Salah satu ulama di Kota Makassar, yang juga Founder sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman (YTI) meminta agar umat muslim tidak terjebak dalam perayaan tahun baru masehi. Sebab kata Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio di Makassar itu, perayaan tahun baru tersebut tidak sesuai dengan aqidah Islam.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT, dengan masih memiliki iman dan Islam dalam diri kita, maka saya meminta jangan kita rusaki dengan perayaan perayaan tahun baru masehi yang tidak ada tuntunannya dalam agama kita” ujar Kiai Sudirman Senin (30/12) siang seperti dikutip dalam laman Youtube miliknya.
Kalau iman kita sudah rusak, akidah kita juga sudah rusak, sambung Kiai Sudirman, maka tidak ada gunanya lagi harta dan umur yang panjang,
“Tidak ada gunanya lagi umur yang panjang. Karena kita sudah menjadi orang yang paling merugi. Saya kembali ingatkan kepada Jemaah sekalian bahwa tidak ada nikmat Allah yang paling berharga melebihi keimanan. Jadi mari kita jaga Iman kita, jangan sampai kita cederai dengan hal hal yang akan merusaknya seperti perayaan malam tahun baru masehi tersebut” terang Kiai Sudirman.
Kiai Sudirman menegaskan bahwa sebagai umat islam, kita memiliki sumber yang jelas dari para ulama seperti fiqih Al-Wala wa Al-Bara yang merupakan kaidah prinsip di dalam akidah umat Islam.
“Perkara Iman adalah perkara akidah. Maka kembali saya tegaskan, bahwa kita memiliki dasar fikih, yang namanya fikih Al-Wala wa Al-Bara dengan ayat-ayat dan hadis yang sangat jelas untuk menjaga aqidah kita dari pengaruh negatif di malam Tahun Baru Masehi” kata Kiai.
Kiai Sudirman yang juga wakil ketua PDM Kota Makassar itu mengisahkan tentang para Sahabat Rasulullah SAW yang rela di siksa demi menjaga aqidahnya.
“Aqidah ini nomor satu yang sangay penting. Ini yang membuat sahabat rela dipenggal lehernya rela dikuliti, rela ditindis batu, rela di siram air mendidih. Demi mempertahankan aqidahnya. Dan hal mempertahankan aqidah ini yang paling mahal bagi seorang muslim”kata Kiai Sudirman.
Maka demi menjaga aqidah kita kiai Sudirman meminta umat muslim untuk waspadai pesta pora di akhir tahun yang akan menghacurkan aqidah kita.
“Mari kita sadar bahwa ini bukan tahun baru kita sebagai umat Islam. Tidak ada hubungannya syariat di sini. Tidak ada syariat khusus melepas tahun baru masehi. Yang ada justru yang kemudharatan” pinta Kiai Sudirman.
Sudah menjadi tradisi pada tahun baru masehi, sambung Kiai Sudirman, ada banyak tradisi orang kafir yang sering kita ikuti, seperti meniru pakaiannya, begadangnya,
“Ya kumpul-kumpulnya, bakar-bakar ikannya bakar jagungnya… itu bisa jadi mubah. Ini penting saya ingatkan, supaya kita menjaga diri dan keluarga kita seperti ayat yang berbunyi Ku anfusakum wa ahlikum nara adalah penggalan ayat 6 dari surat At-Tahrim dalam Al-Qur’an yang artinya “jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka”. Kunci Kiai Sudirman. (tim)






















