Angin kencang dan hujan deras yang melanda kota Makassar, Selasa (10/12) tidak menyurutkan nyali tim 6 ZUBAIR BIN AWWAM, Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) dengan Koordinatornya Muhammad Nasir, untuk mengurus jenazah, salah satu warga Antang kecamatan Manggala kota Makassar yang meninggal dunia.
Betapa tidak jenazah bernama Sakka Usman (68 tahun) tersebut harus diurus, dimandikan dan di kafankan pada pukul 06.00 pagi. Saat itu Makassar tengah dilanda hujan deras yang membuat banjir dimana mana. Pada pukul 8.00 pagi jenazah tersebut kemudian diantar ke pemakaman keluarga di Badung kabupaten Bone, Sulsel.
“Kami harus standby pak, jika di amanahkan maka mau tidak mau kami harus siap, sekalipun hujan deras dan angin kencang, sebab ini adalah tanggung jawab kami sebagai tim PJTI” ujar salah satu tim PJTI yang enggan ditulis namanya pada media ini.
Bukan hanya tim tangguh PJTI Ikhwan tapi juga dialami tim PJTI Akhwat. Saat itu Makassar masih diselimuti mendung tebal yang disertai hujan, Namun tim PJTI Akhwat Selasa (10/12/2024) yang di amanahkan mengurus jenazah Akhwat bernama Hj. Nahriana Binti Hamzah berusia 63 tahun tetap semangat menjalankan tugasnya.
Almarhum yang berdomisili di jalan Jipang / Talasalapang Makassar itu, mulai diurus pada pukul 10.00 pagi. Usai shalat dhuhur, almarhum diantar ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU SD Inpres Lakiyung (Bukit Keluarga)
“TIM PJTI lainnya juga mengurus jenazah almarhum yang beralamat di jalan
Rappokalling Utara 1 pada pagi hari sekitar pukul 07.00 pagi, sebab akan di makamkan pada pukul 08.00 pagi di TPU Rappokalling Makassar,” tambah petugas tim PJTI tadi.
Masih dihari yang sama Selasa (10/12) Tim 5 : THALHAH BIN UBAIDILLAH, PJTI dengan Korlapnya ustad Herman di amanahkan mengurus jenazah ikhwan yang berdomisili di Hertasning tepatnya di Kompleks Anging Mamiri Makassar. Jenazah bernama Musram (55 tahun) tersebut kemudian di makamkan di TPU Panaikan ba’da shalat Azhar. (tim)






















