Hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam:
مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَلَا أَتَمَّ اللَّهُ لَهُ وَمَنْ تَعَلَّقَ وَدَعَةً فَلَا وَدَعَ اللَّهُ لَهُ
“Barangsiapa mengantungkan Tamimah (jimat) niscaya Allah tidak akan menyempurnakannya untuknya. Dan barangsiapa mengantungkan Wada’ah (sejenis rumah kerang/siput) maka Allah akan menelantarkan baginya.” (HR. Ahmad dari Uqbah bin Amr)
وَلِابْنِ أَبِيْ حَاتِمِ عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا فِي يَدَهِ خَيْطٌ مِنَ الحُمَّى فَقَطَعَهُ وَتَلَا قَوْلَهُ تَعَالَى [وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ (106)]
Dalam riwayat Ibnu Abi Hatim dari Hudzaifah bahwa dia melihat benang pada tangan seorang laki-laki karena demam, maka dia memotongnya dan membaca firman-Nya [Dan sebahagian besar dari mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam Keadaan mempersekutukan Allah (dengan sembahan-sembahan lain). (QS. Yusuf[12]: 106)]. (HR. Ibnu Abi Hatim)
Faidah-faidah Hadits-hadits di Atas:
- Dinyatakan pula bahwa barang siapa yang menggantungkan tamimah, maka ia telah berbuat syirik.
- Menggantungkan barang untuk mengobati demam panas termasuk perbuatan syirik.
- Pembacaan ayat tersebut oleh Hudzaifah merupakan bukti bahwa para sahabat berdalil dengan ayat-ayat yang berkenaan dengan syirik akbar sebagai dalil untuk syirik asghar. Sebagaimana dilakukan oleh Ibnu Abbas terhadap salah satu ayat dalam surah al-Baqarah.
- Menggantungkan wada’ah (kulit kerang) untuk mengobati pengaruh mata jahat termasuk perbuatan syirik.
- Doa buruk bagi orang yang menggantungkan tamimah: semoga Allah tidak mengabulkan keinginannya. Sedangkan orang yang menggantungkan wada’ah: semoga Allah tidak memberikan ketenangan, maksudnya Allah meninggalkannya.
Sumber:
Kitab An-Nahjus Sadiid fi Syarhi Kitaabit Tauhid karya Syaikh Shalih bin Abdil Aziz Alu Syaikh
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















