1. Mengenal Allah Azza Wa Jalla dengan nama-nama-Nya, sifat-sifat-Nya dan amal-Nya adalah syarat pokok untuk mencapai TAWAKKAL.
2. Orang yang paling kenal kepada Allah Ta’ala dengan sifat-siat-Nya, maka TAWAKKALnya adalah paling sempurnya, karena ini adalah maqam paling agung yang berkaitan dengan asma’.
Ia memiliki kaitan erat dengan nama-nama: Al-Ghaffar, At-Tawwab, Al-Afw, Ar-Rauf, dan Ar-Rahim ditinjau dari aspek TAWAKKAL seseorang hamba kepada Rabbnya berkenaan dengan ampunan dosa-dosa dan meninggalkan berbagai keburukan.
Ia memiliki kaitan yang paling erat dengan nama-nama: Al-Fattah, Al-Wahhab, Ar-Razzaq, Al-Mu’thi, dan Al-Muhsin ditinjau dari aspek TAWAKKAL seorang hamba kepada-Nya berkenaan dengan rezeki dan kekuatan-Nya.
Ia memiliki kaitab erat dengan nama-nama: Al-Mu’izz Al-Mudzill, Al-Khafidh Ar-Rafi ditinjau dari aspek TAWAKKALnya kepada-Nya ketika hendak menghinakan musuh-musuh agamanya dengan meraih kemenangan atasnya.
Demikianlah masih banyak kaitan-kaitan erat yang lain.
3. Sebagian ulama menafsirkan bahwa mengenal Allah Ta’ala dengan segala sifat-Nya (dengan landasan pendapat Syaikhul Islam) bahwa tidak terbayangkan akan ada TAWAKKAL pada diri para filsuf dan par pengikut pahan Qadariyah yang menafikan sifat-sifat Allah.
4. Tidak akan sempurna pula TAWAKKAL para pengikut Jahmiyah yang menafikan sifat-sifat Allah Jallah Jalalah. TAWAKKAL tidak akan sempurna, melainkan yang datang daridiri para ahli itsbat (mereka yang menetapkan bahwa Allah memiliki sifat-sifat). (Syaikhul Islam)
5. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ (217) الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ (218) وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ (219)
Dan bertawakkallah kepada (Allah) yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang, yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk sembahyang), dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (QS. Asy-Syu’ara[26]: 217-219)
Lihat pula QS. Al-Anfal[8]: 61 dan Ayat-ayat lain semakna dengan ayat-ayat tersebut!






















