BOLEHKAH MENGINGATKAN IMAM KETIKA SALAH???
Jika imam berhenti membaca (karena lupa atau keliru) bagaimana dengan makmum???
1. Diingatkan oleh makmum. (Pendapat jumhur: Malik dan Syafi’i)
أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَدَّدَ فِيْ آيَةٍ فَلَمَّا انْصَرَفَ قَالَ أَيْنَ أُبَيٌّ أَلَمْ يَكُنْ فِيْ الْقَوْمِ
Bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah merasa ragu pada suatu ayat, tatkala beranjak, beliau bersabda, “Di manakah Ubay (bin Ka’b), bukankah dia diantara kalian? (HR. Abu Dawud, Ath-Thabrani, Al-Baghawi dari Abdullah bin Umar dan dihasankan oleh Al-Albani)
2. Tidak mengingatkan atau membenarkan imam. (Pendapat masyhur dari Ali bin Abu Thalib, kalangan ulama Kufah)
لَا يُفْتَحُ عَلَى الْإِمَامِ
Seorang imam hendaknya tidak diperingatkan. (HR. Abu Dawud, Ad-Daraquthni dari Ali)
KESIMPULAN: Yang kuat insya Allah perdapat pertama dengan dalil:
إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي
Akan tetapi aku ini hanyalah manusia seperti kalian yang bisa lupa sebagaimana kalian juga bisa lupa, maka jika aku terlupa ingatkanlah. (HR. Bukhari Muslim dari Abdullah bin Mas’ud)
Diringkas Dari: Bidayatul Mujtahid Karya Ibnu Rusyd Halaman 310-311 dengan sedikit perubahan
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















