إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ (4)
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash-Shaf[61]: 4)
الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan. (HR. Bukhari, Muslim dari Abu Musa)
Faidah–faidah Ayat dan Hadits
- Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyukai bershaf dengan rapi, saling merapat antara satu dengan yang lainnya.
- Kalau Allah Subhanahu Wa Ta’ala menyukai bershaf dengan barisan yang rapi maka sebaliknya Allah membenci jika tidak memiliki shaf yang rapi.
- Shaf yang rapi saling merapat antara yang satu dengan yang lain sehingga mereka bagaikan bangunan yang kokoh, baik dalam arti sempit (shalat berjamaah) maupun dalam arti luas (semua kehidupan di jalan Allah baik ekonomi, politik, hukum, pendidikan, dan semua masalah keummatan).
- Jika bangunan shalat berjamaah harus diatur sedemikian rapi, lebih-lebih wilayah yang jauh lebih luas dari melibatkan banyak pihak tentu lebih wajib membutuhkan shaf.
- Bangunan masyarakat Islam bisa kokoh jika kita patuh kepada arsitek bangunannya (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) dan Allah Subhanahu Wa Ta’ala sangat menganjurkan kita memperhatikan shaf yang teratur.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















