6. Seorang laki-laki berkata kepada Ma’ruf al-Karkhi, “Ajarkan saya tentang cinta.” Jawabnya, “Cinta tak pernah datang dengan mempelajarinya.” (Al-Fawa’id)
7. Ungkapanal-Qur’an, “Mereka mencintai Allah.” Bukanlah hal aneh, tapi yang luar biasa adalah firman-Nya, “Allah mencintai mereka.” (Al-Fawa’id)
8. Jika cinta di hatimu, pasti buktinya akan tampak pada tubuhmu (tindakanmu). (Al-Fawa’id)
9. Jika hati diberi nutrisi cinta, pasi akan terbebas dari godaan syahwat. (Al-Fawa’id)
10. Jika cintamu benar, niscaya kamu akan merasa sumpek dengan orang yang tidak mengingatkanmu kepada Kekasihmu. Sungguh heran kepada orang yang mengaku cinta tapi ia masih memerlukan orang yang mengingatkannya kepada Kekasihnya, sehingga ia tidak pernah ingat kepda-Nya kecuali setelah diingatkan. Padahal ukuran minimal dari benih cinta adalah bahwa ia tidak membuatmu lupa mengingat kekasih. (Al-Fawa’id)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















