Profesi memandikan jenazah, salah satu pekerjaan mulia, tapi mulai dilupakan. Bagi sebagian orang pekerjaan ini juga dinilai hanya bisa dilakukan bagi para kakek dan nenek saja, apalagi mereka beranggapan pekerjaan tersebut tidak memiliki penghasilan yang menentu.
Namun, alasan itu tak berlaku bagi Thamrin Thaha (55 tahun). Pria yang memilih bergabung di Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) itu bertekad untuk membantu warga yang membutuhkan tenaganya dengan ikhlas dan Sabar.
Pada pengurusan jenazah Rabu, (9/10/2024), Thamrin Thaha berhasil hattrick (capaian prestasi-3X- red) dengan mengurus 3 jenazah Ikhwan dari 5 jenazah yang ditangani PJTI hari itu.
“Menjadi pemandi jenazah itu sejak awal tujuannya harus ditata dulu dalam hati, dipasang dulu dalam diri. Pekerjaan Lillahita’ala niatnya membantu bukan bayaran, kalau ikhlas nanti barokah,” cerita Thamrin Thaha saat ditemui wartawan media ini beberapa waktu lalu saat mengurus salah satu jenazah di kompleks BSP Samata Kab Gowa.
Hal yang terpenting bagi alumni Ilmu pemerintahan / Fisip Unhas tahun 1996 itu adalah membantu mensucikan jasad yang tidak dia kenal untuk menghadap sang Khalik.
Thamrin sendiri mengaku senang menjalani profesinya sebagai pemandi jenazah. Apalagi ia dibina langsung salah satu ustad ternama di Makassar, KH Sudirman S.Ag yang merupakan founder sekaligus pembina Tajdidul Iman.
“Sudah ribuan lebih PJTI tangani jenazah. Bagi kami, membantu orang adalah hal yang utama. Ini kewajiban setiap muslim dalam membantu sesama. Soal mau di kasih imbalan atau tidak, kami tidak persoalkan. Kami Ikhlas membantu dan ini sudah tugas kami” tambah pria yang memiliki hobby membaca dan shopping itu.
Dirinya juga mengaku betah bersama PJTI, karena selain pengalaman, Thamrin juga mengaku banyak mendapatkan ilmu.
“Alhamdulillah ada banyak ilmu kita dapat di PJTI, baik medis maupun non medis. Bisa jadi ladang dakwah terhadap yang berduka maupun kepada pelayat, dan kita dikenal di kalangan masyarakat.” Tandasnya.
Sementara itu ketua Peduli Umat Tajdidul Iman, Ustad Awaluddin menilai sosok Thamrin Taha merupakan pejuang keras, sosok yang amanah dan memiliki tanggung jawab dalam menekuni profesinya.
“Beliau adalah salah satu anggota PJTI yang paling semangat dan paling rajin turun membantu tim yang lain, meski dia berbeda tim, tapi semangatnya untuk membantu tidak bisa kita larang. Dan kami memberi apresiasi terhadap semangatnya tersebut” ujar ustad Awaluddin.
Ustad Awal juga berharap semoga tim tim yang lain bisa bercermin dari semangat Thamrin Thaha dalam membantu ummat. “Kami selalu mendoakan beliau agar selalu diberi kekuatan dan kesehatan untuk menjalankan amanah di PJTI” kunci ustad Awaluddin (tim)






















