7. Santun dan Lemah Lembut.
إِنَّ فِيكَ خَلَّتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالْأَنَاةُ
“Sesungguhnya engkau mempunyai dua tabiat yang disukai oleh Allah dan rasul-Nya; santun dan lemah lembut. (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majad, dan Ahmad)
8. Berwitir dengan Ahli Qur’an
إِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ فَأَوْتِرُوا يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ
Sesungguhnya Allah adalah witir (ganjil) dan menyukai dengan sesuatu yang ganjil, maka berwitirlah kalian wahai para ahli Qur’an. (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Khuzaimah, dan Hakim dari Ali bin Abi Thalib)
9. Mengerjakan Sesuatu dengan Bilangan Witir (Ganjil)
لِلَّهِ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ اسْمًا مَنْ حَفِظَهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ وَإِنَّ اللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ الْوِتْرَ
“Sesungguhnya Allah subhanahu wata’ala memiliki sembilan puluh sembilan nama. Maka barang siapa dapat menjaganya, niscaya ia akan masuk surga. Sesungguhnya Allah itu Ganjil dan Dia sangat menyukai bilangan yang Ganjil.” (HR. Bukhari, Muslim, Ibnu Majah dari Abu Hurairah)
10. Mengambil Rukhsah (Keringanan)
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ أَنْ تُؤْتَى رُخَصُهُ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ تُؤْتَى مَعْصِيَتُهُ
“Allah senang jika rukhshah (keringanan) Nya dilaksanakan sebagaimana Dia benci jika kemaksiatan terhadap-Nya terjadi.” (HR. Ahmad dari Ibnu Umar dengan sanad yang shahih)
11. Bersin kemudian memuji Allah
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ وَأَمَّا التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin, dan membenci menguap, apabila salah seorang dari kalian bersin, hendaklah ia memuji Allah, dan kewajiban seorang muslim yang mendengarnya untuk mendo’akan, sedangkan menguap datangnya dari syetan, hendaknya ia menahan semampunya, jika ia sampai mengucapkan haaah, maka syetan akan tertawa karenanya.” (HR. Bukhari, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ahmad dari Abu Hurairah)
12. Kemuliaan dan Akhlak yang Baik
إِنَّ اللهَ كَرِيْمٌ يٌحِبُّ الْكَرَمَ وَمَعَالِى الأَخْلَاقُ وَيُبْغَضُ سَفْسَافَهَا
Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla Mahamulia, menyukai kemuliaan dan akhlak yang baik, serta membenci akhlak yang buruk. (HR. Al-Hakim dan Abu Nu’aim, Al-Hakim mengshahihkannya)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















