7. Mengerjakan Shalat Tahiyatul Masjid
إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Jika seorang dari kalian masuk masjid maka janganlah dia duduk sebelum shalat dua raka’at. (Muttafaq Alaihi dari Abu Qatadah)
8. Memilih Tempat Duduk di Barisan Pertama
لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا
“Kalau manusia tahu pahala dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan keluar untuk mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan mengadakan undian.” (Muttafaq Alaihi dari Abu Hurairah)
9. Duduk Menghadap Kiblat Sambil Membaca Al-Qur’an atau Berdzikir kepada Allah Ta’ala
إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَيِّدًا، وَإِنَّ سَيِّدَ الْمَجَالِسِ قَبَالَةُ الْقِبْلَةِ
Sesungguhnya setiap sesuatu itu mempunyai tuan dan tuan orang duduk adalah arah kiblat. (HR. Ath-Thabrani)
10. Berniat untuk Menunggu Shalat dan Tidak Mengganggu Orang Lain
لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ …
Seorang hamba masih dihitung dalam shalat selama ia berada di tempat shalatnya untuk menunggu shalat dan malaikat akan mendoakannya; “Ya Allah, ampunilah dia, Ya Allah, rahmatilah dia…”. (Muttafaq Alaih dari Abu Hurairah)
11. Jika Iqamah Shalat Sudah Dikumandangkan, Tidak Mengerjakan Shalat, Kecuali Shalat Wajib
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَلَا صَلَاةَ إِلَّا الْمَكْتُوبَةُ
Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Jika iqamat telah dikumandangkan, maka tak ada shalat selain shalat wajib.” (HR. Muslim)
12. Mendahulukan Kaki Kiri pada Saat Keluar Masjid, Berbeda dengan Saat Masuk
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ التَّيَمُّنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي شَأْنِهِ كُلِّهِ فِي طُهُورِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَتَنَعُّلِهِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam suka mendahulukan yang kanan dalam setiap perbuatannya. Seperti dalam bersuci, menaiki kendaraan dan memakai sandal.” (HR. Bukhari dari Aisyah)






















