Founder sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman (TI). KH Sudirman. S.Ag, mengaku bangga dengan sosok H. Muhammad Yusuf Thaha yang telah mendidik dan menanamkan ilmu agama dengan penekanan amal jariyah kepada anak anaknya.
Seperti di ketahui TI mendapat wakaf 2 petak rumah toko (Ruko) yang berasal dari keluarga H. Muhammad Yusuf Thaha dan terletak di jalan Adipura Makassar. Ruko tersebut kemudian di beri nama Baitul Quran H. Muhammad Yusuf Thaha Tajdidul Iman.
“H Muhammad Yusuf, memiliki anak yang luar biasa yang rela mewakafkan tanah dan rumah atas nama ayahnya. Inilah bukti keberhasilan seorang ayah yang mampu mendidik anak anaknya dengan ilmu agama yang baik dan benar” terang Kiai Sudirman.
Kiai juga mengutip firman Allah Tabaraka wata’ala yang tertuang dalam Surah Al-Baqarah ayat 261, Allah SWT menyatakan, “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji.
“Insya Allah wakaf bangunan yang diberikan kepada Tajdidul Iman ini, akan kami gunakan untuk dakwah. Di tempat ini akan ada pelajaran ilmu agama seperti mengaji baca kitab ilmu hadist juga Tahsin untuk semua umur, ada Taklim ada juga program Tahfidz Quran untuk anak laki laki (akwat) yang berada di lantai satu .” Ujar Kiai Sudirman.
Yang membuat bangga Kiai Sudirman, saat menerima ruko tersebut, semua sudah tersedia, dan tinggal digunakan. “Alhamdulillah semuanya sudah siap, termasuk pembuatan Kanopi depan kantor hingga pembuatan pagar. Atas nama pengurus dan keluarga besar TI, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau beliau semua yang telah memberi kami Ruko untuk dipakai berdakwah, terima kasih” ujar Kiai Sudirman.
Begitupula dengan TIM Penyelenggara Jenazah (PJTI) Kiai berharap dapat memanfaatkan kantor ini sebagai tempat istirahat. “Kalo cape-cape tidak usah pulang ke rumah, anggap ini rumah ta…, tapi jangan di jual, karena ini rumah wakaf.” Seloroh Kiai Sudirman
Nantinya sambung Kiai Sudriman pada lantai 3, pihaknya akan menjadikan tempat tersebut sebagai sarana olah raga, “Insya Allah kita akan jadikan tempat olah raga yang islami. Di TI saat ini Besti, yakni Bikers Saleh Tajdidul Iman. Mereka bukan hanya naik motor, tapi juga berdakwah” jelasnya.
Saat ini, tambah KH Sudirman, S.Ag. di TI memiliki beberapa divisi seperti Ikatan Muslimah Tajdidul Iman (IMTI), PJTI, Peduli Umat, Rumah Tahfiz Quran, Tim Sapati, BESTI, PASTI dan lain sebagainya.
“Insya Allah pada awal September 2024 mendatang kita akan laksanakan Rihlah Akbar ke 8 yang menargetkan pengunjung sebanyak 700 orang lebih, ditambah 100 lebih kendaraan roda empat berupa mobil. Acara ini adalah silaturrahim dakwah yang dikemas dengan spekatakuler” terangnya.
Saat ini kata Kiai. di TI ada banyak golongan yang siap bekerja untuk amal agama. “Kami di TI ini memiliki prinsip seperti calo kebaikan. Tugas kami mengajak orang berbuat baik untuk agama. Disini ada NU nya ada Muhammadiyah, ada Salafinya, ada Jamaah Tablighnya, ada Wahdahnya. Kita ini satu yang bekerja untuk ummat” jelas Kiai Sudirman.
Dia juga berharap semua pihak dapat membantu kerja dakwahnya. “Bantu kami berjuang, semoga pemerintah juga ikut mendukung kami. Ayo manfaatkan kebaikan di sisa sisa umurta. Mari mewakafkan apa yang Allah titipkan kepada kita sebagai teman abadi kita kelak di alam Kubur, Insya Allah” kunci Kiai Sudirman.
Dalam acara tersebut turut dihadiri keluarga besar H. Muhammad Yusuf Thaha, Walikota Makassar yang diwakili kabag Kesra, Ketua Yayasan TI, Ustad Achmad Baduddin, Lurah, ketua RW/RT/para majelis Taklim dan tamu undangan lainnya. (tim)






















