HR. Abu Awanah, An-Nasa’i
وَكَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّيْ عَلَى نَفْسِهِ فِي التَّشَهُّدِ الْأَوَّلِ وَغَيْرِهِ
HR. Abu Dawud [I/155), Ad-Daraquthni [135], Al-Baihaqi [II/146 dan 278] dan Ahmad [IV/119] dari jalan Muhammad bin Ishaq, dia berkata: Muhammad bin Ibrahim bin Al-Harits At-Taimi menceritakan kepadaku [tentang shalawat kepada Rasulullah shallallahu alahi wa sallam apabila seorang muslim hendak mengucapkan shalawat kepada beliau dalam shalatnya] dari Muhammad bin Abdillah Zaid bin Abdil Rabbihi al-Anshari dari Abu Mas’ud
عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ عُقْبَةَ بْنِ عَمْرٍو قَالَ أَقْبَلَ رَجُلٌ حَتَّى جَلَسَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ عِنْدَهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَّا السَّلَامُ عَلَيْكَ فَقَدْ عَرَفْنَاهُ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْك إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا فِي صَلَاتِنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْكَ قَالَ فَصَمَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَحْبَبْنَا أَنَّ الرَّجُلَ لَمْ يَسْأَلْهُ فَقَالَ إِذَا أَنْتُمْ صَلَّيْتُمْ عَلَيَّ فَقُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ … إلخ
Kedua hadits di atas dikuatkan oleh:
إِذَ تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فِيْ الصَّلَاةِ فَلْيَقُلْ: اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ … إِلَى آخِرِهِ
Apabila salah seorang di antara kalian membaca tasyahud dalam shalat, hendaknya dia mengucapkan, ‘Allahumma shalli ‘ala Muhammad …’ hingga akhir hadits. (HR. Al-Hakim [I/269], Al-Baihaqi [II/279] dengan sanad al-Hakim, dari jalan Yahya bin as-Sabbaq dari seorang Bani al-Harits dari Ibnu Masud)
Al-Hakim mengatakan, “Hadits ini shahih.” Disetujui oleh Adz-Dzahabi
عَلَّمَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنَ الْقُرْآنِ … فَذَكَرَهُ، وَفِيْهِ: (اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ) إلخ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kepadaku tasyahud, sebagaimana mengajarkan surat-surat al-Qur’an …” lalu beliau menyebutkannya. Dan dalam hadits ini disebutkan, “Allahumma shallai ‘ala Muhammad… dst.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir, Ad-Daraquthnu [135] dari jalan Muhammad bin Bakar al-Bursani, dia berkata: ‘Abdul Wahhab bin Mujahid menceritakan kepada kami, dia berkata: Mujahid menceritakan kepadaku, dia berkata: ‘Abdurrahman bin Abi Laila atau Abu Ma’mar menceritakan kepadaku dari Ibnu Mas’ud)
Ad-Daraquthni mendha’ifkan hadits ini [dan diikuti pula oleh al-Haitsami [II/145] dengan alasan Ibnu Mujahid, keduanya mengatakan, “Dia perawi yang dha’if.”
عَلَّمَنِيْ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّوْرَةَ مِنَ الْقُرْآنِ … فَذَكَرَهُ، وَفِيْهِ: (اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ) إلخ
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam telah mengajarkan kepadaku tasyahud, sebagaimana mengajarkan surat-surat al-Qur’an …” lalu beliau menyebutkannya. Dan dalam hadits ini disebutkan, “Allahumma shallai ‘ala Muhammad… dst.” (HR. Ad-Daraquthni [134], dari jalam Kharijah bin Mush’ab dari Musa bin ‘Ubaidah dari Abdullah bin Dinar dari Ibnu Umar)
Ad-Daraquthni mengatakan, “Musa bin Ubaidah dan Kharijah, keduanya perawi yang dha’if.”
يَا بُرَيْدَةُ، إِذَا جَلَسْتَ فِيْ صَلَاةٍ، فَلَا تَتْرُكِ التَّشَهُّدَ وَالصَّلَاةَ عَلَيَّ، فَإِنَّهَا زَكَاةُ الصَّلَاةِ
Wahai Buraidah, apabila engkau duduk dalam shalatmu, janganlah engkau sampai melupakan membaca tasyahud dan shalawat kepadaku. Karena shalawat kepadaku adalah zakatnya shalat. (HR. Ad-Daraquthni [136] dari jalam ‘Amr bin Syimr dari Jabir dari Abdullah bin Buraidah dari [ayah beliau] Buraidah)
Ad-Daraquthni mengatakan, “Amr bin Syimr dan Jabir, keduanya perawi yang dha’if.”
Hadits-hadits di atas meskipun dha’if namun secara keseluruhan saling menguatkan dan dapat dijadikan sandaran (maqbulah).
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















