Kebakaran yang menghanguskan 9 rumah warga Jalan AR Daeng Ngunjung, Kecamatan Tallo, kota Makassar, Ahad (6/4) dini hari, mengakibatkan salah seorang wanita lanjut usia (lansia) bernama Nurliah (68 tahun) meninggal dunia dan satu lainnya menderita luka bakar.
Korban meninggal tersebut kemudian dibawa ke rumah salah satu anaknya yang terletak di jalan Barawaja Kelurahan Pampang kecamatan Panakukang, Makassar.
Mendengat hal tersebut, sekitar pukul, 06.00 wita, tim Peduli Umat Tajdidul Iman yang diketuai, Ustad Awaluddin langsung menuju rumah duka di Barawaja untuk menyampaikan belasungkawa dan membantu menangani jenazah almarhumah Nurliah.
“Kunjungan kami, sebagai bentuk kepedulian Tajdidul Iman dan mengajak keluarga bersabar dan ikhlas menerima cobaan ini. Insya Allah, kami akan optimal mengurus jenazah almarhum, dan pihak berduka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun” terang ustad Awaluddin.
Salah satu asbab (penyebab-red) dari kematian seseorang yang bisa dikategorikan mati syahid, sambung ustad Awaluddin, jika bersangkutan adalah orang yang taat pada agama dan meninggal karena terbakar,
“Sebagaimana Almarhumah yang meninggal. Insya Allah kita berharap dan mendoakan Almarhumah berada di golongan ini (Syahid-red)” tambah ustad Awal yang disambut Aamiin oleh keluarga dan pelayat lainnya.
Dari penjelasan anak korban diketahui, almarhumah Nurliah yang tengah tidur pulas di kamarnya tidak berhasil dievakuasi karena terkunci dari dalam, meski anak dan keluarganya berusaha menggedor dan memaksa agar pintu bisa terbuka. Usai api padam barulah keluarganya menemukan sosok Nurliah telah meninggal dunia.
“TIM PJTI Akhwat yang sudah terbiasa dalam penanganan jenazah tidak normal langsung begerak cepat dan pada pukul 09.00 wita, jenazah Almarhum kemudian diantar ke kampung halamannya di kabupaten Sinjai untuk dimakamkan,” terang ustad Awaluddin.
Di hari yang sama tim PJTI juga menerima 4 permohonan penanganan jenazah secara bersamaan di tempat yang lain, yakni di kabupaten Gowa, jalan .Dg Tantu dan jalan Barukang Makassar.
Sehari sebelumnya tim khusus PJTI juga menangani jenazah korban terkena setrum yang terjadi pada saat Almarhum bekerja untuk memperbaiki instalasi listrik pada sebuah sebuah kapal di paotere, Makassar. (tim)






















