Berbagi adalah tindakan tulus memberikan sebagian harta, ilmu, atau kebahagiaan kepada sesama, yang ternyata mendatangkan kedamaian batin, mempererat persaudaraan, dan meningkatkan rasa syukur.
Ini bukan tentang seberapa besar nilainya, melainkan keikhlasan yang menciptakan kebahagiaan, baik bagi penerima maupun pemberi.
Hal ini pula yang sejak lama menjadi program salah satu ulama di Makassar, KH. Sudirman, S.Ag, pendiri sekaligus pembina Tajdidul Iman, salah satu organisasi sosial terkemuka di Makassar itu, aktif berbagi, khususnya di bulan suci Ramadhan ini.
“Soal berbagi kepada sesama, utamanya pada bulan suci Ramadhan, sudah sejak lama kami lakukan. Kalau tidak salah, sudah 6 atau 7 tahun lalu. Saat itu kami masih berdomisili di lingkungan Barawaja sebelum pindah ke jalan Rappokalling, atau sebelum Yayasan ini terbentuk” ungkap Kiai Sudirman, Selasa (17/3/2026).
Tokoh sekaligus wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar itu, mengungkapkan jika warisan berbagi ini, ia dapati dari para pendahulu di Muhammadiyah.
“Tentang program berbagi ini, merupakan warisan dari para pendahulu kita di Muhammadiyah yang sejak awal mengajari untuk berbagi kepada negeri, bangsa dan negara serta berbagi untuk masyarakat miskin, yatim dan dhuafa dan Alhamdulillah… Allah terus menerus menambahkan rezeki-Nya kepada kita untuk kemudian kita bagikan lagi” jelas Kiai Sudirman.
Kebiasaan berbagi itupun terus dilakukan Kiai yang sudah memiliki ribuan jamaah hingga dikabupaten Maros, Gowa dan Pangkep.
“Ya., itu (kebiasaan berbagi di bulan suci Ramadhan–red) sudah tertanam pada diri pribadi kami dengan keluarga. Kadang sebelum masuk bulan Ramadhan agar warga bisa menggunakannya. Bagi kami hidup bermakna itu adalah saling berbagi. Ini bukan cuma kesalehan individu tapi kesalehan sosial yang dampaknya sangat dirasakan oleh warga” jelas Kiai Sudirman.
Maka setelah Yayasan ini terbentuk dan berdiri di jalan Rappokalling TImur Makassar. Program berbagi ini semakin menunjukkan eksistensinya. Nilainya pun semakin besar dengan sasaran penerima terus bertambah.
Pada tahun 2026 ini, Yayasan Tajdidul Iman, bahkan mengadakan program penyaluran paket berkah Ramadhan, dengan sasaran 2.500 paket sembako.
Dari catatan redaksi yang diterima dari wakil ketua Yayasan, sekaligus ketua Peduli Umat ustad Awaluddin. Dirinya menyebutkan, jika Penyaluran paket berkah Ramadhan tahun 2026 ini, dari hari pertama hingga 20 Ramadhan 1447 H, telah terbagi pada Tahap 1 untuk para pemandi jenazah sebanyak 420 paket atau dengan senilai Rp.22.juta.
Kemudian pada tahap kedua ditujukan bagi Penghafal Alquran sebanyak 140 paket (Rp.7.juta). Lalu di tahap 3 yang dirangkaikan dengan Buka puasa bersama telah disalurkan sebanyak 306 paket sembako atau senilai Rp.15.3 juta.
Pada tahap ke 4, Yayasan ini menyasar kepada kaum dhuafa dengan sasaran 200 paket senilai Rp.10.juta. Sehingga total sampai di hari ke 20 Ramadhan sudah ada 1.086 paket yang telah diterima warga atau senilai uang sebesar Rp 53.4, juta.
Pada Ahad lalu (15/3/2026), di kediaman Kiai Sudirman, dilanjutkan pembagian paket tahap ke 5 dengan sasaran para tetangga sekitar markas Tajdidul Iman (Barawaja dan Rappokalling Timur)
Tetangga itu, sambung kiai adalah keluarga dan sahabat terdekat. “Makanya saya selalu ingatkan, agar kita jangan melupakan para tetangga, sebab kita tidak tahu, dari doanya siapa yang akan menembus ke langit. Dan Alhamdulillah tetangga di Barawaja dan Rappokalling semua kita sasar dengan baik” terang Kiai.
Disisi lain, Kiai yang memiliki jadwal ceramah paling padat selama Ramadhan itu, tak lupa memberi apresiasi dan penghargaan setinggi tingginya kepada para donatur, simpatisan, yang telah mengamanahkan donasinya kepada Tajdidul Iman untuk disalurkan kepada yang berhak.
“Tiada kata yang pantas selain ucapan banyak terima kasih kepada pihak yang ikut membantu terlaksananya program Berkah Ramadhan tahun ini. Baik para donatur, pihak Yayasan, Peduli Umat, para panitia, tim admin. Saya mengucapkan banyak banyak terima kasih, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang diberikan” kunci Kiai Sudirman. (tim)




















