Tim Pengurusan Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) Kota Makassar, lagi lagi mendapat ujian kesabaran dalam mengurus jenazah atas meninggalnya salah satu warga yang berdomisili di Samata, kabupaten Gowa Sulawesi Selatan.
Dari informasi yang diterima tim PJTI melalui kemenakan almarhum bernama Vichi Farahdiba Amir, jenazah atas nama Kapt (Purn) M.Yunar Umar (68 tahun) yang meninggal akibat sakit, Jumat subuh (31/5/2024) di RS. Pelamonia Makassar, akan dimakamkan sekira pukul 16.15 atau ba’da shalat Ashar.
Tim PJTI pun bergegas ke rumah duka di BTN Bumi Samata Permai Samata dengan mengendarai roda dua dan 1 unit mobil ambulance PJTI, sebelum shalat Ashar di laksanakan.
Namun pada waktu yang ditentukan (usai shalat Ashar-red) ternyata jenazah belum bisa di mandikan, karena pihak keluarga masih menunggu anak almarhum yang terbang dari Jakarta ke Makassar sekitar pukul 1.30 WIB dengan menumpang salah satu maskapai penerbangan.
“Kami sudah biasa mengurusi berbagai jenazah, mulai yang utuh hingga yang tidak utuh. Bahkan dengan waktu terlama sekalipun. Insya Allah karena ini amanah, maka kami akan tetap menunggu” ujar salah satu anggota PJTI bernama Thamrin didampingi Muhammad Sugiri
Bukan hanya anggota PJTI saja yang dibuat gelisah, tapi beberapa warga yang merupakan tetangga almarhum, juga dibuat gelisah. Dari setelah, shalat Maghrib mereka menunggu, hingga ba’da Isya, namun belum ada tanda tanda kedatangan anak almarhum.
Hingga sekira pukul 20.00 wita, lebih, anak almarhum tiba di rumah duka dari bandara Hasanuddin Makassar. Seketika itu pula tim PJTI yang dibina langsung KH. Sudirman langsung menjalankan tugasnya, memandikan, dan mengkafani almarhum.
“Sekitar pukul 21.00 malam jenazah baru kami shalatkan di masjid terdekat dari kediaman almarhum. Namun karena almarhum merupakan mantan TNI AD, maka prosesi penanganan jenazah diambil alih tentara hingga mobil PJTI tidak kami gunakan” ujar Sugiri anggota PJTI yang juga tetangga almarhum.
Setelah di shalatkan di masjid Nurul Khalifah Samata Gowa, almarhum kemudian diantar ke pemakaman Taman Bahagia Sudiang. Dari pantauan wartawan media ini, beberapa anggota PJTI ikut menyalatkan jenazah setelah itu mereka lalu mencari warung untuk mengisi kampung tengah. Tim






















