Ungkapan “Ajal tidak mengenal Usia” yang juga berarti bahwa kematian bisa datang kapan saja, tanpa memandang usia seseorang. Juga dialami tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI), salah satu pengurusan jenazah terbaik saat ini di Makassar yang dibina langsung salah satu ulama kondang Muhammadiyah, KH Sudirman, S.Ag.
Hal ini terjadi saat, Sabtu (9/8/2025), PJTI Ikhwan, harus mengurus 2 jenazah sekaligus. Jenazah pertama bernama almarhum Muhammad Fatir berusia 9 tahun. Dan Jenazah kedua bernama almarhum H. Mansyur dg. Ngunjung berusia 63 tahun.
Kedua jenazah berbeda usia tersebut di urus tim 9 Abu Dzar Al Ghifari dengan Koordintornya Ustadz Algifari, dibantu, Faisal Amir, Muh.Yardang Garimpang, Muh.Yusuf dan Muh Iqra.
Sebelumnya pada Jumat (8/8/2025) dua jenazah sekaligus juga di urus tim PJTI. Amanah pertama sekira pukul 10.00 pagi diberi kepada tim 2 Umar Bin Khattab yang dipimpin ustad Ikhwan Muin, H. Abdurrahman, Junaedi, Ilham Almigdad, dan Haryanto.
Mereka diamanahkan untuk mengurus jenazah almarhum H.Abdul Haris Rewa, seorang Kakek berusia 87 tahun yang beralamat di jalan Serigala Makassar dan telah di makamkan di kampung halamannya di Kabuaten Jeneponto usai shalat Jumat.
Diwaktu yang sama, tim 1 Abu bakar As Sddiq dengan plt Koorlap M. Furqon Ramdani dibantu Muliadi Dg Tulo, Samsul Bahri, Rahman dan Ahmad Fahrul diamanahkan mengurus jenazah, Arwen Pawennwi (55 tahun) yang beralamat di kompleks TVRI Malengkeri Makassar dan telah di kebumikan di TPU Panaikang Makassar, usai shalat Jumat.
“Kematian adalah peristiwa yang pasti terjadi pada setiap makhluk hidup, dan tidak ada yang tahu kapan atau bagaimana ajal akan menjemput, baik tua maupun muda.” Ungkapan ini sering di katakan Kiai Sudirman saat diundang membawakan ceramah Takziah di berbagai tempat
Kematian kata Kiai yang juga direktur MBS tersebut mengingatkan kita untuk selalu mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,
“Sebab kematian bisa datang kapan saja. Kematian adalah kepastian. Setiap makhluk hidup pasti akan mengalami kematian, tidak ada yang bisa menghindarinya. Maka mari kita persiapkan diri sebagai bekal kita di dunia” tandas Kiai Sudirman.
Sementara itu dari info yang diterima redaksi, selama sepekan ini, tim PJTI Akhwat hanya mengurus 2 Jenazah akhwat. Yang pertama pada Rabu (6/8/2025) sekira pukul 10:30 mengurus jenazah Ayu Safitri Suharga (31 tahun). Usai Dhuhur warga jalan Pampang Makassar itu, kemudian diantar ke kampung halamannya di Desa Sampulungan, kecamatan Galesong utara, Takalar untuk di makamkan.
Jenazah sebelumnya yang diurus tim PJTI pada Ahad (3/8/2025) sekira pukul 10.30 bernama almarhumah Siti Aminah. Nenek dengan usia 81 tahun itu beralamat di Julumata Pakkaba Galesong kabupaten Takalar, dan telah dimakamkan di TPU Sudiang Makassar usai dhalat Dhuhur. tim






















