Pelaksanaan UP GRADING I atau pelatihan peningkatan kualitas (upgrade) bagi relawan Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) yang dilaksanakan di gedung Baitul Qur’an H. Muh. Yusuf Thaha, Jl. Adipura Raya No. 35 Makassar Ahad, 24 Agustus 2025 berlangsung sukses.
Kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tim PJTI dalam melayani permintaan pengurusan jenazah tersebut, dibuka langsung oleh pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman (YTI), KH. Sudirman. S.Ag.
Acara ini dimulai dengan sepatah kata ketua YTI, Ustad Ahmad Baduddin, S.Pdi yang menekankan profesionalisme kerja tim PJTI dalam menjawab permintaan masyarakat yang semakin hari semakin meningkat dengan memperdalam ilmu pengurusan jenazah tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada teman-teman atas ide kegiatan pelaksanaan Up Grade yang baru pertama kali ini kita laksanakan. Kegiatan ini sangat penting dimana umat semakin banyak membutuhkan bantuan kita dalam memberi pelayanan pengurusan jenazah,”Terang ustad Ahmad Baduddin.
Sementara itu, pendiri sekaligus pembina PJTI, KH Sudirman saat membawakan sambutannyai, menegaskan bahwa kegiatan pengurusan jenazah adalah bagian dari jihad perjuangan Tajdidul Iman.
“Pengurusan Jenazah itu adalah bagian dari Jihad, hampir tiap hari kita terjunkan relawan PJTI untuk mengurus ummat yang berduka, mengurus jenazah saudaranya yang meninggal” urai Kiai Sudirman yang menggambarkan kisah sahabat Ali bin Abu Thalib RA yang siap mengorbankan harta dan jiwanya untuk agama.
Selain itu dalam kegiatan Upgrade ini Kiai Sudirman menegaskan adanya penerapan SOP (Standar Operasional Pekerjaan) yang harus dipatuhi seluruh relawan PJTI agar tidak terjadi perselisihan
“Maka kita bikinkan SOP. Hal ini penting agar semua relawan maupun koordinator lapangan PJTI dapat mematuhi untuk dijalankannya dengan baik.” tambah Kiai Sudirman.
Kiai Sudirman juga mengingatkan dalam SOP tersebut mengatur tugas pokok relawan dan Koordinator PJTI “Kita harapkan satu sama lain, saling kerja sama. Jangan lagi ada tim yang melampaui tugas koordinatornya. Dalam bahasa bugisnya…, itu namanya Karonjo-ronjo atau sangat tidak beretika. Makanya SOP ini menjadi penting untuk kita patuhi dan laksanakan dengan baik” tandas Kiai Sudirman.
Usai kiai Sudirman membuka acara Upgrade tersebut, dilanjutkan dengan pemaparan ketua Peduli Umat, ustad Awaluddin yang membeberkan berbagai kebijakan PJTI, dilanjutkan dengan praktek pengurusan jenazah, mulai dari memandikan hingga mengkafani yang dibawakan oleh ketua tim PJTI Ikhwan, Ustad Alghifari Paturusi.
Acara ini juga dihadiri sejumlah pengurus Inti Yayasan Tajdidul Iman seperti dewan pengawas ustad, Muhammad Hasri Husain, S.Pd, M.Pd, Nur Adzan, ketua IMTI, Hj Nur Alam, dan dipandu langsung Wakil Ketua Yayasan TI ustad Ichwan Muin. Acara tersebut ditutup dengan shalat dhuhur dirangkaikan dengan santap siang. (tim)






















