Pilihan Ketujuh
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّأَصِيْلًا”
Allah Maha Besar dan segala puji yang begitu banyak bagi-Nya, Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. (HR. Muslim, Abu Awanah, Abu Nu’aim)
Pilihan Kedelapan
“الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ”
Segala puji bagi Allah dengan pujian yang melimpah, baik dan diberkahi. (HR. Muslim dan Abu Awanah)
Pilihan Kesembilan
“اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ نُوْرُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ،[وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ مَلِكِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ] وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ حَقٌّ، وَقَوْلُكَ حَقٌّ، َوَلِقَاؤُكَ حَقٌّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ، وَمُحَمَّدٌ حَقٌّ. اللَّهُمَّ! لَكَ أَسْلَمْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَ إِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، وَإَلَيْكَ حَاكَمْتُ [أَنْتَ رَبُّنَا، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ، فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ، وَمَا أَخَّرْتُ، وَمَا أَسْرَرْتُ، وَمَا أَعْلَنْتُ]، [ وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّي]. أَنْتَ الْمُقَدِّمُ، وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ، [أَنْتَ إِلَهِيْ]، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، [وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ]”
Yaa Allah, bagi-Mulah segala pujian. Engkaulah cahaya langit, bumi, dan apa yang ada di dalamnya. [Bagi-Mu lah segala pujian, Engkaulah raja langit, bumi dan apa yang ada di dalamnya]. Bagi-Mu lah segala pujian. Engkaulah Dzat Yang Maha benar, janji-Mu benar, firman-Mu benar, perjumpaan denga-Mu adalah benar, surga itu benar, neraka itu benar, hari kiamat itu benar, para nabi benar, dan juga Nabi Muhammad adalah benar. Yaa Allah, kepada-Mu lah aku berserah diri, bergantung, beriman, dan beribadah. Karena-Mu aku bersengketa dan kepada-Mu lah aku berhukum. [Engkaulah Rabb kami dan kepada-Mu lah tempat kembali, maka ampunilah perbuatanku yang lalu dan akan datang, apa yang aku sembunyikan dan apa yang aku tampakkan]. [dan apa saja yang Engkau lebih tahu dari kami tentangnya]. Engkaulah yang memulai dan Engkaulah yang mengakhiri. [Engkaulah sesembahanku] Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Engkau, [tidak ada daya dan upaya melainkan karena-Mu]. (HR. Bukhari, Muslim, Abu Awanah, Abu Dawud, Ibnu Nashr)
Pilihan Kesepuluh
“اللَّهُمَ رَبِّ جِبْرِايْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيْمَا كَانُوْا فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ اِهْدِنِيْ لِمَا اخْتُلِفَ فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ، إِنَّكَ تَهْدِيْ مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مًسْتَقِيْمٍ”
Yaa Allah, Raab malaikat Jibril, Mikail, dan Israfil, pencipta langit dan bumi. Dzat yang mengetahui perkara ghaib dan yang nampak. Engkaulah yang menghukumi di antara hamba dalam perkara yang mereka perselisihkan. Tunjukilah aku kepada kebenaran dalam perkara yang mereka perselisihkan dengan kehendak-Mu. Sesungguhnya Engkau memberi hidayah siapa saja yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus. (HR. Muslim dan Abu Awanah)
Pilihan Kesebelas
Terkadang beliau bertakbir 10 kali, bertahmid 10 kali, bertasbih 10 kali, bertahlil 10 kali, dan beristighfar 10 kali. Kemudian membaca doa:
“اللَّهُمَّ! اغْفِرْ لِيْ وَاهْدِنِيْ وَارْزُقْنِيْ [وَعَافِنِيْ]
Yaa Allah, ampunilah aku, berilah aku petunjuk, rizki, [dan kesehatan]. Sebanyak 10 kali dan juga doa:
“اللَّهُمَّ! إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الضَّيِّقِ يَوْمَ الْحِسَابِ”
Yaa, Allah aku berlindung kepada-Mu dari kesempitan di hari perhitungan (hisab) kelak. Sebanyak 10 kali. (HR. Ahmad, Ibnu Abi Syaibah, Abu Dawud, Ath-Thabrany dengan sanad yang shahih dan yang lain berdrajat hasan)
Pilihan Keduabelas
“اللهُ أَكْبَرُ[ثَلَاثًا] ذُوْ الْمَلَكُوْتِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَالْكِبْرِيَاءِ وَالْعَظَمَةِ”
Allah Maha Besar [3 kali], Dzat yang memiliki kerajaan, keperkasaan, kesombongan, dan keagungan. (HR. Abu Dawud dan Ath-Thayalisi dengan sanad yang shahih)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















