Banyaknya Kebaikan dan Keutamaan yang Ditinggalkan Orang yang Masbuk 4
13. Poin ini Khusus untuk Dua Kota Suci bahwa Orang yang Terlambat akan Ketinggalan Keutamaan Shalat di Masjidil Haram/Nabawi yang Mempunyai Keutamaan Khusus
Sebab hal tersebut adalah karena ia terlambat dan mendapat shaf yang bermula dari pintu sampai pekarangan masjid, dan mendapatkan imam telah rukuk akhirnya ia juga rukuk di luar masjid padahal dalam masjid masihbanyak tempat yang kosong, akhirnya ia tidak shalat dalam masjid akan tetapi ia shalat di luar, ia juga kehilangan membaca doa masuk masjid karena ia masih di luar.
14. Tertinggal dari Keutamaan Berada di Posisi Sebelah Kanan Imam
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوفِ
Dari ‘Aisyah ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya mengucapkan shalawat kepada orang-orang yang berada dalam shaf bagian kanan.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah. Didhaifkan oleh Al-Albani)
15. Tidak Diampunkan Malaikat, sedangkan Malaikat Memintakan Ampun untuk Orang yang Menunggu Shalat di Masjid Selama Ia Masih dalam Keadaan Orang yang Ingin Shalat
صَلَاةُ الرَّجُلِ فِي الْجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلَاتِهِ فِي بَيْتِهِ وَفِي سُوقِهِ خَمْسًا وَعِشْرِينَ ضِعْفًا وَذَلِكَ أَنَّهُ إِذَا تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الْمَسْجِدِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ لَمْ يَخْطُ خَطْوَةً إِلَّا رُفِعَتْ لَهُ بِهَا دَرَجَةٌ وَحُطَّ عَنْهُ بِهَا خَطِيئَةٌ فَإِذَا صَلَّى لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ وَلَا يَزَالُ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاةٍ مَا انْتَظَرَ الصَّلَاةَ
Shalat seorang laki-laki dengan berjama’ah dibanding shalatnya di rumah atau di pasarnya lebih utama (dilipat gandakan) pahalanya dengan dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena bila dia berwudlu dengan menyempurnakan wudlunya lalu keluar dari rumahnya menuju masjid, dia tidak keluar kecuali untuk melaksanakan shalat berjama’ah, maka tidak ada satu langkahpun dari langkahnya kecuali akan ditinggikan satu derajat, dan akan dihapuskan satu kesalahannya. Apabila dia melaksanakan shalat, maka Malaikat akan turun untuk mendo’akannya selama dia masih berada di tempat shalatnya, ‘Ya Allah ampunilah dia. Ya Allah rahmatilah dia’. Dan seseorang dari kalian senantiasa dihitung dalam keadaan shalat selama dia menanti palaksanaan shalat. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
16. Orang yang Terlambat, Tidak Sempat Berdzikir, Doa, dan Membaca Al-Qur’an
إِنَّ الرَّجُلَ لَيَنْصَرِفُ وَمَا كُتِبَ لَهُ إِلَّا عُشْرُ صَلَاتِهِ تُسْعُهَا ثُمْنُهَا سُبْعُهَا سُدْسُهَا خُمْسُهَا رُبْعُهَا ثُلُثُهَا نِصْفُهَا
“Sesungguhnya ada seseorang yang benar-benar mengerjakan shalat, namun pahala shalat yang tercatat baginya hanyalah sepersepuluh (dari) shalatnya, sepersembilan, seperdelapan, sepetujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, dan seperduanya saja.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa’i. Shahih dari Ammar bin Yasir)
17. Cepat ke Masjid adalah Jaminan Mendapatkan Shalat Jamaah
Shalat jamaah melebihi 27 pahala shalat sendirian sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar, dan orang yang terlambat secara tidak sadar telah kehilangan keutamaan ini jika terlambat tanpa udzur yang syar’i. ( Nail Al-Authar 3/244, 247. Juga dirajihkan oleh Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma’ad 1/390)
18. Bergegas Menuju Shalat Berarti Mengikuti Petunjuk Para Salaf
Adalah kebiasaan para salaf dahulu bergegas menuju shalat bahkan saat shalat id, karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam keluar ke tempat shalat saat matahari terbit dan mendapati sahabat telah hadir pertanda mereka cepat datang. (Fathul Bari: 2/156-157)
19. Tidak Memperbanyak Langkah
وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ … (12)…
… Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan… (QS. Yasin[36]: 12)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















