- Bebas dari neraka dan bebas dari sifat nifak. (Shahihul Jami’[6365])
- Mendapatkan shalawat dari Allah dan para malaikat. (HR. Ibnu Hibban)
- Mendapatkan rumah di Surga. (Shahihut Targhib wat Tarhib[501], HR. Ibnu Hibban)
- Mendapatkan pahala berjamaah meskipun telah selesai dikerjakan. (Shahihul Jami’[6163])
- Sempurnanya shalat. (HR. Abu Dawud)
- Amal paling utama. (Shahihul Jami’[1093, 1094)
- Selamat dari neraka wail. (Al-Ma’un: 4-5)
- Selamat dari kelalaian. (HR. Ibnu Majah)
- Doanya tidak ditolak. (Shahihul Jami’[3408])
- Persaudaraan, Kasih Sayang, dan Persamaan. (Shahihul Jami’[961])
- Menjaga shalat-shalat sunnah Rawatib dan dzikir. (Shahihul Jami’[6362])
- Memahami hukum-hukum shalat.
- Membiasakan disiplin dan menguasai diri. (Shahihul Jami’[2360])
- Menampakkan kekuatan umat Islam dan membuat kesal orang-orang kafir dan munafik. (Tafsir As-Sa’di dalam menjelaskan QS. At-Taubah: 120)
- Memperbaiki penampilan dan jati diri. (QS. Al-A’raf: 31)
- Saling mengenal dan memperkenalkan diri.
- Berlomba-lomba dalam ketaatan kepada Allah. (QS. Al-Muthaffifin: 26)
- Terjaganya kepribadian yang baik.
- Adanya perasaan berdiri dalam suatu barisan jihad. (QS. Ash-Shaff: 4)
- Menghadirkan perasaan apa yang terjadi pada Zaman Nabi dan para sahahbatnya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















