Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَأَنْتُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمِ السَّمَاءُ بَنَاهَا (27) رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا (28)
Apakah kamu lebih sulit penciptaanya ataukah langit? Allah telah membinanya, Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya, (QS. An-Nazi’at[79]: 27-28)
Juga firman-Nya:
وَالسَّمَاءَ بَنَيْنَاهَا بِأَيْدٍ وَإِنَّا لَمُوسِعُونَ (47)
Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan Sesungguhnya Kami benar-benar berkuasa, (QS. Adz-Dzariyat[51]: 47)
Juga firman-Nya:
اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا… (2)
Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat,… (QS. Ar-Ra’d[13]: 2)
Faidah-faidah Ayat-ayat di Atas:
- Salah satu yang diperlihatkan Allah kepada hamba-Nya untuk direnungkan yakni kebesaran Allah pada penciptaan langit, ketika keajaiban penciptaan manusia begitu banyak tentu ada hal yang lebih menggugah pikiran kita yaitu dengan menatap langit tanpa tiang. (Tafsirul Juz Amma — Syaikh Shaleh al-Utsaimin)
- Yang bisa membangkitkan semangat ibadah dengan banyak mengingat kematian yaitu memperhatikan kekuasaan Allah yang ada di langit. Dia meninggikannya di atas kalian seperti bangunan dan meninggikan atapnya tanpa ada keretakan. (At-Tafsir al-Muyassar — Syaikh Shalih bin Abdul Aziz Alusy Syaikh & Syaikh Bakar Abu Zaid)
- Allah Subhanahu wa Ta’ala membentangkan langit-Nya untuk manusia, ini menunjukkan akan kemampuan Allah Subhanahu wa Ta’ala ilmu, hikmah dan rahmat-Nya untuk manusia berfikir dan bersyukur dan tidak mengingkari ketauhidan-Nya. (Aisar at-Tafaasir li al-Kalaami al-Aliyyi al-Kabiir — Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi)
- Ketika manusia focus mengarahkan pandangan dan akalnya pada kerajaan di langit, akan sampai pada sebuah kesimpulan ada kekuasaan yang sangat besar pada langit tersebut yang dibangun oleh Allah tanpa tiang, lebih hebat daripada penciptaan manusia itu sendiri. (Kemukjizatan Penciptaan Bumi Jilid 8 hal. 16-17)
- Al-Qur’an berbicara kepada manusia yang sulit untuk diingkari dan berat untuk ditolak yakni benar-benar ada oleh siapapun yang memandangnya dengan menggunakan panca indra, yaitu langit yang tersusun tujuh lapis. Manusia paling syirik pun tidak bisa menolaknya yang menunjukkan ada makhluk berarti ada Khaliq (Sang Pencipta), langit tidak mungkin wujud sendiri tetapi diciptan oleh Dzat Yang Maha Berkuasa. (Al-Aqidah fii Dhau-il Kitab was Sunnah: Al-Aqidah Fillah — Prof. Dr. Umar Sulaiman Abdullah al-Asyqar)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















