Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلَا تُبْصِرُونَ (21)
Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka Apakah kamu tidak memperhatikan? (QS. Adz-Dzariyat[51]: 21)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Allah Subhanahu wa Ta’ala merangkai struktur mata dalam tujuh lapisan, setiap lapisan memiliki sifat dan bentuk tertentu. Bila salah satu lapisan ini tidak berfungsi manusia tidak akan bisa melihat. Perhatikan bagaimana bentuk kelopak mata??? Seperti berpagar juga kedipannya yang cepat dengan begitu mata bisa terlindung dari benda luar yang berbahaya seperti debu dan yang lainnya. Kelopak mata sama dengan pintu (bisa buka tutup kapan saja). Selain melindungi fungsi kelopak mata untuk mempercatik mata dan wajah. Karenanya ia diciptakan dalam ukuran tertentu. Bayangkan jika klopak mata terlalu panjang atau terlalu pendek!!! Tidakkah kita menyadari hal ini??? Tidakkah memancing kita untuk bersyukur kepada Allah??? Belumkah kita merasa terpanggil untuk tersungkur sujud???
- Allah menciptakan air mata yang mengandung zat asin yang bisa menyapu benda luar yang masuk ke mata. Kedua sudut mata diciptakan sedikit lebih rendah daripada bagian tengah agar benda yang masuk ke mada dapat dipinggirkan kesalah satu sisi mata. Masya Allah luar biasa bukan??? Siapa yang mengatur dan menciptakan air mata yang seperti itu??? Adaka pencipta yang lain??? Adakah pengatur yang lain???
- Allah juga menyiapkan (menciptakan) sepasang alis yang berfungsi sebagai penghias wajah dan tirai pelindung mata. Bulu alis sama dengan bulu mata, ia tidak terlalu panjang. Karena bisa dibayangkan kalau ia tumbuh sebagaimana pertumbuhan rambut, repotnya mengurus bulu mata seandainya tumbuh terus. Lalu sudahkah kita jujur siapa yang mengatur semua itu???
- Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menciptakan dua bibir sebagai penutup mulut, ia seperti pintu yang bisa dibuka tutup kapan saja. Mulut juga berfungsi sebagai pelindung gigi dan gusi. Mulut juga mendukung penampilan karena tanpa bibir dan mulut, coba bayangkan bagaimana wajah kita??? Aneh bukan??? Bibir juga berfungsi memperlancar aktivitas bicara, ia diciptakan oleh Allah untuk membantu mengungkapkan suara hati disamping untuk mengunyah makanan. Sekali lagi semua ini bukti-bukti nyata bahwa pada diri manusia itu ada kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Allah juga menciptakan gigi dengan jumlah yang banyak dan terpisah-pisah. Dengan begitu jika ada sebagian saja yang rusak maka sebagian yang lain masih bisa melakukan fungsinya. Allah menciptakan gigi dengan posisi terbalik, gigi dicipatak oleh Allah dengan kepadatan yang keras tidak seperti tulang yang lainnya. Gigi graham diciptakan dengan ukuran yang besar dan kuat k arena dia tahap pertama untuk penghancur makanan. Dia alat pencernaan utama. Sementara gigi seri dan gigi taring selain diciptakan untuk memotong-motong makanan juga diciptakan untuk memperindah mulut. Maha Suci Allah yang telah menciptakan dengan penuh keteraturan dan Maha Suci Allah yang menciptakan sesuatu yang tidak ada sia-sia. Renungkanlah nikmat Allah pada bagian mulut saja!!! Saya yakin tak sanggup kita membayarnya.
Diringkas dari
Kemukjizatan Penciptaan Manusia — Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur’an dan Hadits Jilid 2
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















