Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25)
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. (QS. Ibrahim[14]: 24-25)
Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
…أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ لَا يَلْقَى اللَّهَ بِهِمَا عَبْدٌ غَيْرَ شَاكٍّ فِيهِمَا إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
‘Saya bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa saya adalah utusan Allah, tidaklah seorang hamba bertemu Allah dengan berpegang teguh padanya tanpa ada keraguan niscaya dia masuk surga’. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)
Juga sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa meningggal sedangkan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, niscaya dia masuk surga.” (HR. Muslim dari Utsman bin Affan)
Faidah-faidah dari Ayat dan Hadits di Atas:
- Syahadat adalah pernyataan sikap, keyakinan dan pendirian mengenai sesuatu yang sangat perinsip.
- Syahadat adalah pengakuan sekaligus penetapan yang sungguh-sungguh disertai kesiapan mental untuk menanggung segala konsekuensinya, yakni tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Syahadat adalah kesadaran yang paling dalam untuk siap menerima tugas bukan seperti orang yang mengisi formulir, tanda tangan lalu selesai.
- Syahadat bukan pernyataan yang mandul tanpa sebuah aksi dalam bentuk ketundukan dan ketaatan yang diformat dalam kegiatan amal shaleh.
- Syahdat adalah pernyataan awal untuk melakukan pengorbanan atas kalimat yang suci tersebut.
- Syahadat ibarat sebuah fondasi dalam sebuah bangunan. Tidak ada yang bisa tegak dengan utuh, tidak ada perabot yang bisa berfungsi dengan baik tanpa tegak dan tegarnya fondasi maka amal shaleh dan ibadah-ibadah tidak bisa tegak tana syahadat yang benar.
- Syahadat adalah sebuah proses awal yang menuntut perjuangan untuk menggapai keridhaan Allah.
- Syahadat adalah kesiapan awal untuk menerima dan tunduk secara penuh atas perintah dan larangan Allah dengan tidak menawar-nawarnya meskipun nafsunya menolak.
- Syahadat adalah rangkaian tugas yang berlanjut untuk sampai kepada sasaran tertentu yakni Surga-Nya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Syahadat adalah langkah awal membangun hidup lebih bermakna, tepat sasaran, dan langkah awal membangun peradaban Islam.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















