An-Nahjus Sadiid fi Syarhi Kitaabit Tauhid Karya Syaikh Sahlih bin Abdil Aziz Alu Syaikh
Hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:
خَوْلَةَ بِنْتُ حَكِيمٍ السُّلَمِيَّةَ تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ نَزَلَ مَنْزِلًا ثُمَّ قَالَ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ
Khaulah bintu Hakim As Sulamiyyah berkata; aku mendengar Rasululullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang singgah pada suatu tempat kemudian dia berdo’a: ‘A’AUUDZU BI KALIMAATILLAHIT TAAMMAH MIN SYARRI MAA KHALAQ (Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan apa saja yang Dia ciptakan), ‘ niscaya tidak akan ada yang membahayakannya hingga di pergi dari tempat itu.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan isti’adzah dengan kalimat-kalimat Allah.
- Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa ada makhluk atau tempat yang layak untuk kita meminta perlindungan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Adajenis makhluk yang memeiliki kejahatan dan ada pula makhluk yang tidak memiliki kejahatan seperti surga, malaikat, para rasul, nabi dan wali.
- Adanya keutamaan doa di atas, walaupun sangat ringkas.
- Adanya manfaat duniawi, seperti terhindar dari bahaya, atau mendapat keberuntungan, tidak cukup sebagai dalil bahwa suatu perbuatan bebas dari kesyirikan.
CATATAN:
Jika memasuki atau berada di suatu tempat seperti rumah kosong, tempat yang dikeramatkan orang, jembatan atau tempat-tempat yang angker kata orang, doa di atas adalah jurus pamungkas bukan justru meminta perlindungan dengan cara yang salah seperti, melempar telur, membawa sesaji dan membaca mantra-mantra yang sama sekali tidak bermanfaat.






















