Syarah Kitabut Tauhid oleh Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz Alu Syaikh
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am[6]: 162)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
Sebagaimana pada pembahasan sebelumnya bahwa setiap penyembelihan ada dua hal yang menentukan yaitu nama sesuatu dan tujuan penyembelihan tersebut. Adapun tujuan maka ini merupakan wujud dari peribadatan dalam hal kehendak maka berdasarkan itu penyembelihan dibagi 4 (empat) macam.
- Menyembelih dengan menyebut nama Allah dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah semata. Penyembelihan ini wujud dari tauhid dan inilah bentuk ibadah kepada-Nya.
- Menyebelih dengan menyebut nama Allah akan tetapi tujuannya mendekatkan diri kepada selain Allah. Penyembelihan ini bisa saja mengucapkan “Bismillah” pada saat menyembelihnya akan tetapi tujuannya untuk bertaqarrub kepada kuburan seseorang maka tetap penyembelihan seperti ini termasuk bagian dari kemusyrikan karena telah mengagungkan sesuatu bukan demi Allah.
- Menyembelih dengan menyebut nama selain Allah dan semeblihannya ditujukan kepada selain Allah. Penyembelihan semacam ini adalah kesyirikan yang nyata. Berlawanan dengan penyembelihan bagian PERTAMA.
- Menyembelih dengan menyebut nama selain Allah akan tetapi dia menyembelih dipersembahkan untuk Allah berlawanan dengan bagian KEDUA. Sembelihan seperti ini juga bagian kesyirikan karena syirik dalah hal Isti’anah (meminta pertolongan).
Kesimpulan:
Jadi jika kita meringkas ada empat bagian sembelihan di atas, yaitu:
- Nama dan tujuan adalah Allah, inilah sebelihan tauhid.
- Nama dan tujuan bukan Allah, maka inilah sembelihan syirik yang nyata.
- Sembelihan atas nama Allah tetapi ditujukan kepada selain Allah, tetap Syirik.
- Sembelihan bukan atas nama Allah tetapi ditujukan untuk Allah, juga tetap Syirik.
(Insya Allah keempat sembelihan di atas, Natikan episode perinciannya!!!)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















