Syarah Kitabut Tauhid oleh Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz Alu Syaikh
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (162)
Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (QS. Al-An’am[6]: 162)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Menyembelih hewan untuk selain Allah dari judul di atas maksudnya tentang ancaman yang ditujukan kepada pelakunya dan penjelasan bahwa perbuatan tersebut adalah kesyirikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Menyembelih adalah mengalirkan darah yang padanya selalu dua hal penting yang harus kita perhatikan yaitu:
a. Menyembelih dengan menyebut nama sesuatu.
b. Menyembelih dalam rangka mendekatkan diri kepada sesuatu yang dia inginkan.
(masing-masing dua hal tersebut akan ada perincian, Insya Allah) - Penyebutan nama pada saat penyebelihan hakekatnya merupakan permintaan berkah, permintaan pertolongan dan kebutuhan sesuatu pada nama yang disebut tersebut.
- Maka unsur yang sangat menentukan kedudukan penyembelihan apakah syirik atau tauhid, halal atau haram sangat tergantung siapa nama yang disebut.
- Contoh penyebutan nama seperti pada ucapan “Bismillah” berfungsi meminta pertolongan, berkah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ketika seorang penyembelih dengan mengucapkan “Bismillah” hakekatnya telah mengucapkan “Aku menyembelih dengan atas nama-Mu ya Allah dengan meminta berkah dan pertolongan-Mu hanya Engkaulah yang kami tuju.” Begitu pula jika seorang penyembelih dengan menyebut nama al-Badawi, al-Husain, Sayyidina Zainab, al-Aidrus, Syaikh Yusuf (-pen) maka semua nama yang disebut di atas hakekeatnya adalah sebuah nama yang disebut untuk mengharap pertolongannya, berlahnya dan inilah bentuk peribadahan selain kepada Allah.
- Hal yang lain sangan penting diperhatikan ketika menyembelih adalah tujuan. Maka tujuan inilah yang membedakan penyembelihan yang ditujukan kepada Allah atau penyembelihan yang dilakukan untuk selain Allah
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















