Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَابْتَغُوا إِلَيْهِ الْوَسِيلَةَ وَجَاهِدُوا فِي سَبِيلِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ (35)
”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah[5]: 35)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
1. Menurut mufassirin (ahli-ahli tafsir) dari kalangan Sahabat dan Tabi’in, seperti Ibnu Abbas, Mujahid, Abu Wail, Al-Hasan, Qatadah, Abdullah bin Katsir, As-Sudaa, Ibnu Zaid, dan lain-lain, bahwa makna wasilah dalam ayat itu adalah al-Qurbah yakni pendekatan diri kepada Allah.
2. Qatadah berkata di dalam menafsirkan ayat tersebut.
اَيْ تَقَرَّبُوْا اِلَيْهِ بِطَاعَتِهِ وَالْعَمَلِ بِمَا يُرْضِيْهِ
“Yakni mendekatlah kepada-Nya dengan jalana mentaati-Nya dan beramal yang membawa ridha-Nya.”
3. Imamul mufassirin Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullah menafsirkan ayat tersebut, demikian
وَاطْلُبُوا الْقُرْبَةَ اِلَيْهِ بِلْعَمَلِ بِمَا يُرْضِيْهِ
“Dan carilah (jalan untuk) mendekatkan diri kepada-Nyadengan mengamalkan apa yang membawa ridha-Nya.”
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















