Tidak mengenal waktu, tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) siap melayani pengurusan jenazah 24 jam di Kota Makassar, Gowa dan Maros. Terbukti saat, tim yang dibina langsung Kiai Sudirman itu mengurus salah satu Jenazah bernama Siti Zaenab berusia (64 tahun) yang tiba dari Palu, Sulawesi Tengah Ahad, (9/6/2024) malam.
Sekitar pukul 22.00 wita malam, almarhumah yang beralamat di Kompleks Unhas Antang kota Makassar, langsung dimandikan, dikafani dan di salatkan. Sebab menurut Zalman Ardhi, anak almarhumah, jenazah ibunya itu akan makamkan di TPU Selayar malam itu juga.
“Jadi kita harus bekerja cepat dan tepat mengurus jenazah ini” ujar salah satu tim akhwat PJTI yang mengambil bagian dalam prosesi itu. Tim ini pun dengan setia mengurus jenazah hingga almarhumah kemudian di makamkan.
Kerja keras tidak mengenal waktu ini, juga terjadi pada Senin subuh, 10/6/2024 saat tim PJTI Akhwat mengurus jenazah seorang nenek berusia 77 tahun bernama Hj. Syairawati A.Basir.
Dari keterangan keluarga almarhum Hj.Salmawati, M.Pd, jenazah tantenya itu direncanakan di makamkan di kampung halamannya di Desa Tiro, Kalumpang, Bulukumba. “Jadi harus segera dimandikan setelah shalat Subuh karena akan diantar sekitar pukul 7.00 wita.” Ujar Salmawati.
Dari informasi Koordinator Peduli Umat, Ustaz Awaluddin, sekitar pukul 04.00 wita subuh, tim akhwat PJTI sudah siap siap berangkat meninggalkan rumah masing. “Mereka lalu berkumpul di markaz TI yang kemudian diantar oleh team driver pass setelah sholat berjamaah subuh di mesjid sekitar markaz TI menuju rumah duka ” ujar ustad Awaluddin.
Disisi lain pada Selasa, 10 /6/ 2024 Tim PJTI Akhwat mengurus jenazah almarhum Muhammad Teezar A Yani (23 tahun) yang beralamat di jalan Tinumbu Lorong 142 Makassar dan dimakamkan di TPU Sudiang keesokan harinya (11/6/2024)
Menurut Koord Peduli Umat ustad Awal ada juga pengantaran jenazah yang menggunakan ambulance milik Tajdidul Iman kepada almarhum bernama Wandi Ambang (30 tahun) Selasa, 11/6/2024.
Jenazah diantar langsung dari rumah duka di Untia kampung nelayan Salodong, dan dimakamkan di Beroanging Pannampu, Tallo Makassar usai salat dhuhur. (tim)






















