Ada yang unik saat pelaksanaan Safari Dakwah Dzulhijjah Tajdidul Iman di hari kedua, Ahad (9/6/2024). Kegiatan yang dilaksanakan di masjid Ar Rahman jalan Ance Dg. Ngoyo Makassar tersebut, terungkap rahasia dibalik sedekah yang dipaparkan langsung ketua remaja masjid Handani Harun.
Kisahnya bermula saat pembina sekaligus Founder Tajdidul Iman (TI) K.H. Sudirman meminta para jamaah untuk berdonasi persiapan pengecoran lantai dua pembangunan masjid Agung TI di Moncongloe Kabupaten Maros, Sulsel.
Salah satu keajaiban sedekah kata Kiai Sudirman adalah adanya keberkahan dalam rezeki kita. Ketika kita memberi dari apa yang kita miliki kepada yang membutuhkan, maka Allah SWT akan membalasnya seketika dengan memberikan rezeki yang lebih melimpah.
“Ini seperti siklus kebaikan yang tak pernah putus. Jadi mari pak…….bu….. sisihkan rezeki kita untuk membantu pembangunan masjid Agung Tajdidul Iman sebelum ajal menjemput kita” pinta Kiai Sudirman.
Menurut Kiai, pembangunan pengecoran lantai 2 masjid Agung TI itu, masih membutuhkan anggaran sebesar Rp. 500 Juta, “Sehingga kita berharap dari safari dakwah Dzulhijjah selama 9 hari ini di 9 masjid, dana tersebut Insya Allah dapat terkumpul,” jelas Kiai Sudirman.
Soal sedekah tadi, sambung Kiai Sudirman, ketika manusia sudah meninggal, para jenazah meminta satu kepada Allah SWT agar dibangkitkan kembali.
“Bukan untuk shalat, puasa, dan haji, tapi cuma untuk bersedekah. sekalipun hanya sebentar.” Ungkap Kiai yang juga wakil ketua PD Muhammadiyah kota Makassar itu.
Usai mengungkapkan manfaat sedekah, Kiai mempersilahkan jamaah bertanya kepada dirinya. Tiba tiba Handani yang duduk pas didepan podium kiai Sudirman, langsung mengambil mic,
“Bukan ji pertanyaan yang saya ajukan pak Kiai, tapi kisah nyata yang baru kemarin saya alami, bahwa betapa dahsyatnya kita bersedekah, ini seperti tauziah pak Kiai tadi, yang langsung Allah bayar kontan kepada mereka yang bersedekah, dan saya sendiri saksinya” ujar Handani dengan mimik serius.
Dikisahkan Handani, saat itu dirinya juga berencana membuat program puasa Dzulhijjah 9 hari di masjid Ar Rahman Ance Daeng Oyo. Dia lalu berinsiasi meminta bantuan konsumsi kepada Jamaah melalui grup Whatshaap
“Anehnya belum juga permintaan itu saya kirim, tiba tiba ada salah satu jamaah, maaf saya tidak bisa sebut namanya, tabe…, memberi bantuan Rp. 500 ribu untuk konsumsi berbuka puasa” jelas Hamdani.
Tak lama kemudian, sambung Hamdani, Jamaah tersebut kembali lagi dan menambah bantuannya sebesar Rp. 500 ribu hingga total berjumlah Rp 1 Juta.
“Jamaah tadi mengaku asbab memberi bantuan buka puasa di masjid itu, langsung dibalas Allah SWT, dengan kontan dan mengabulkan salah satu hajat jamaah yang menurut kasat mata mustahil terealisasi. Karena merasa ajaib dengan sedekahnya hingga si Jamaah tadi mengaku siap menanggung buka puasa selama 9 hari di masjid Ar Rahman” kata Hamdani bersemangat.
Kegiatan Safari Dakwah Dzulhijjah TI ini, ditutup dengan sambutan Ketua Yayasan TI, Ustaz Ahmad Bududdin dan wakil ketua TI, ustad Awaluddin yang memberi apresiasi atas pelayanan pengurus masjid Ar Rahman Makassar
“Sungguh luar biasa, kami kagum dengan semangat pemuda remaja masjid Ar Rahman yang begitu antusias menyambut kami dengan berbagai suguhan. Terima kasih banyak, semoga Allah SWT membalas segala kebaikan yang diberikan” ujar ust Ahmad Bududdin yang juga mengajak remaja masjid tersebut ikut pada pelaksanaan pelatihan pengurusan jenazah PJTI. (tim)






















