Sebagaimana pembahasan sebelumnya Tauhid Rububiyah berarti mentauhidkan segala apa yang dilakukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala terutama pada empat hal:
- Mengesakan sebagai pencipta
- Mengesakan dalam kepemilikan
- Mengesakan dalam menghidupkan dan mematikan
- Mengesakan dalam hal pengaturan
Ada empat argumen yang tidak dapat terbantahkan oleh siapapun dalam hal Tauhid Rububiyah Allah khususnya mengenai keberadaan-Nya, yaitu:
- Argumen Fitrah
- Argumen Logika
- Argumen Panca Indra
- Argumen Syariat
Empat argumen tersebut merupakan argumen yang membuktikan bahwa betul-betul keberadaan Allah tidak bisa terbantahkan. Sengaja dalam pembahasan ini argumen syariat menjadi bahagian akhir bukan berarti bahwa argumen ini tidak penting akan tetapi kaitannya untuk membantah orang yang tidak beriman lebih layak didahulukan hal yang paling dekat dengannya yaitu fitrah, logika dan panca indra kemudian jurus pamungkas yaitu syariat.
Penjelasan (Syarah):
1. Argumen Secara Fitrah
Bahwa setiap makhluk telah diberi fitrah untuk beriman dengan keberadaan penciptanya tanpa harus berfikir dan diajari terlebih dahulu sebagaimana firman-Nya
وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ (172)
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah aku ini Tuhanmu?” mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuban kami), Kami menjadi saksi”. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”. (QS. Al-A’raf[7]: 172)
Berdasarkan ayat di atas bahwa setiap manusia secara fitrah, manusia mengimani keberadaan dan Rububiyah Allah. Tidak ada yang berpaling dari fitrah ini kecuali orang-orang yang membohongi dirinya.
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
Tidak ada seorang anakpun yang terlahir kecuali dia dilahirkan dalam keadaan fithrah. Maka kemudian kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, Nashrani atau Majusi. (HR. Bukhari dari Abu Hurairah)
Berdasarkan hadits tersebut semakin jelaslah bahwa tidak ada seorangpun di dunia ini yang lahir tanpa fitrah. Yaitu fitrah mengakui bahwa ada Dzat Pencipta itulah yang disebut dengan tuhan dalam bahasa umum. Hanya dengan perjalanan waktu fitrah ini ditutupi, dirusak oleh lingkungan, orang tua dan keadaan disekelilingnya sehingga tidak berfungsi normal tetapi itu tidak hilang.
2. Argumen Logika
Argumen ini merupakan alasan untuk menolak kaum pembangkang yang menolak adanya keberadaan Allah. Secara logika diakui bahwa seluruh makhluk yang ada di jagad raya ini pasti ada yang menciptakan dan tidak mungkin mereka menciptakan diri mereka sendiri. Dan tidak mungkin mereka yang ada itu tercipta sendiri secara tiba-tiba tetapi pasti ada penciptanya. Bagaimana mungkin secara logika alam yang sedemikian teratur dan rapi bisa tercipta tiba-tiba???. Tidak mungkin secara logika. Oleh sebab itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengungkap argumen yang logis ini untuk menggugah hati orang yang keras hati yang tidak mau menggunakan fitrah dan logikanya yang benar terutama kaum musyrikin pada Surah Ath-Thur: 35-37
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ (35) أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَلْ لَا يُوقِنُونَ (36) أَمْ عِنْدَهُمْ خَزَائِنُ رَبِّكَ أَمْ هُمُ الْمُصَيْطِرُونَ (37)
Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun (secara tiba-tiba) ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan). ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa? (QS. Ath-Thur[52]: 35-37)
Argumen secara logika sudah cukup untu mengantar seseorang untuk meyakini bahwa ada Dzat Pencipta. Dengan argumen akal manusia bisa memperhatikan bahwa langit, matahari, bulan, bintang-bintang, gunung-gunung, pepohonan, binatang-binatang melatah, bahkan diri kita sendiri dapatkah terwujud tanpa ada yang mewujudkan??? MUSTAHIL menurut logika. Lalu siapa yang mngakan itu semua??? (Ikutilah pembahasan selanjutnya!!! Argumen Panca Indra dan Argumen Syariat untuk Mengantar agar Bisa Bersyahadat)
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















