Dianggap berhasil menangani jenazah tanpa identitas (Tunawisma) yang kurang lebih sebulan berada di kamar Jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, pembina sekaligus pendiri Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman, S.Ag, didampingi koordinator PJTI, Ustad Awaluddin memberi apresiasi dengan mengundang tim Khusus (Timsus) Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) yang dikoordinir, ustad Syamsuddin dibantu anggota Yusdar dan Afdal, di salah satu rumah makan di Makassar, Selasa (22/9/2026) sore.
Dihadapan timsus PJTI tersebut, Kiai Sudirman mengungkapkan kekagumannya atas dedikasi dan tanggung jawab moral yang telah ditunjukkan dalam mengurus jenazah yang meninggal secara tidak lazim, (tunawisma).
“Tidak sembarang orang mampu menangani jenazah dengan kondisi tidak lazim seperti kejadian di RS Bhayangkara kemarin (Senin 21/9/2026- red), namun bagi tim PJTI yang sudah terlatih dengan baik, semua dapat teratasi dengan aman dan lancar. Ini yang membuat saya kagum dan bangga” terang Kiai Sudirman.
Seperti diketahui, pihak rumah sakit biasanya kewalahan dalam menangani jenazah tanpa identitas atau tanpa tanda pengenal atau karena tidak diambil keluarganya. Mereka (pihak RS-red) terkendala pada 3 faktor, yakni :
Yang pertama adalah tenaga tekhnis Pemulasaran jenazah yang minim. Kalaupun ada (tim pengurus jenazah tersebut-red) biasanya mereka enggan menangani jenazah yang meninggalnya lebih dari 3 hari.
Faktor kedua adalah sarana prasarana seperti, kain kafan, hingga ambulans. Dan factor ketiga adalah lokasi pemakaman yang sangat mahal hingga sulit terjangkau.
Maka kedepan sambung Kiai Sudirman, pihaknya akan memperkuat tim khusus PJTI dengan pembekalan ilmu fikih dan kesehatan. Serta akan mencari mitra dari Instansi pemerintah, BUMN dan Swasta yang diharapkan dapat membantu jika sewaktu waktu ada jenazah yang harus ditangani dengan tidak kondisi tidak lazim.
Saat ini, PJTI telah menetapkan standar Profesionalisme petugas terlatih dan terampil. Mereka memahami tata cara medis maupun tuntunan keagamaan dengan baik dan benar. Amanah dan Jujur menjaga kerahasiaan serta memperlakukan jenazah dengan penuh rasa hormat serta respons cepat (24 Jam).
Tim PJTI ini juga sudah beberapa kali melakukan Bimbingan tekhnis untuk memperdalam ilmu yang telah mereka terima dari gurunda, KH. Sudirman. S.Ag, sehingga dari catatan redaksi, sejumlah jenazah bahkan yang terbakar sekalipun seperti kejadian Juli tahun 2024 lalu, di jalan Salemba Gunung Sari Makassar, berhasil ditangani dengan baik. (*)




















