Dihadapan ratusan santri Ma’had Fathul Muin Litahfidzil Qur’an (MFM LQ) dan Santri Tajdidul Iman di masjid Takmirul Muhammadiyah, jalan Banda Makassar, Senin (12/10/2026), Pembina dan Pendiri Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman membeberkan 10 Prinsip Ibadah yang menjadi pedoman bagi umat islam lkhususnya para Santri.
“Maka pedoman ini menjadi sangat penting bagi para penuntut ilmu, seperti sebuah pena, untuk kita pegang erat erat. Dan ini sudah Allah SWT sebutkan dalam firman-Nya di Quran surah Al-Qalam ayat 68, Nūn, Demi pena wal-qalami wa mā yasṭurūn dan apa yang mereka tuliskan” ujar kiai Sudirman yang juga wakil ketua PDM Makassar itu.
Ia juga menggambarkan bahwa majelis ilmu itu menjadi sangat penting dan bermanfaat, seperti kata Rasulullah SAW dalam Hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik RA, Beliau (Rasulullah SAW) bersabda: “Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah.” Para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud taman-taman surga itu, ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “…halaqah-halaqah dzikir (majelis ilmu dan zikir).” (HR. Tirmidzi No. 3510).
“Maka saya ingatkan kepada anak anakku sekalian, para santri bahwa hiburlah diri kalian di majelis majelis ilmu, berekreasilah di tempat itu dan rasakan kesejukannya. Ambil manfaatnya, ilmunya sebagai bekal kita kelak” jelas Kiai Sudirman.
Adapun ke 10 prinsip ibadah yang diajarkan Kiai Sudirman yakni, pertama Ibadah dengan Ikhlas hanya kepada Allah SWT. Hal ini seperti tertuang dalam QS Al Bayyinah ayat 5. Kedua Mengikuti semua ajaran Rasulullah SAW, Ketiga Ibadah harus bersifat Tawqif atau landasannya adalah dalil.
“Ke empat, ibadah dilakukan sesuai kemampuan, kelima tidak memaksakan diri dalam beribadah dan keenam tidak berlebih lebihan dalam agama. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT dalam QS An-Nisa ayat 171” tambahnya
Dikisahkan oleh Kiai, bahwa ada tiga orang lelaki yang datang bertanya tentang ibadah kepada Rasulullah, mereka (sipenanya-red) merasakan ibadahnya masih kurang.
Maka seorang daripada mereka berkata, ‘Aku akan solat sepanjang malam tanpa tidur.’ Seorang lagi berkata, ‘Aku akan berpuasa setiap hari tanpa berbuka.’ Dan orang yang terakhir berkata, ‘Aku tidak mau kawin.
“Rasulullah SAW yang mendengar perkara itu kemudian bersabda, ‘Demi Allah, aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa, tetapi aku berpuasa dan juga berbuka, aku solat dan juga tidur, dan aku kawin. Maka, siapa yang tidak mengikuti sunnahku, (dia-red) bukanlah daripada golonganku.” terang Kiai Sudirman.
Yang ke tujuh dari 10 Prinsip Ibadah lainnya, sambung Kiai Sudirman adalah mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah, ke delapan memberikan setiap hak kepada pemiliknya. Dan ke Sembilan Istiqamah walaupun sedikit.
“Dan ke sepuluh, ibadah itu harus sesuai dengan syariat, dalam, sebab, jenis, jumlah, kadar, tata cara, waktu dan tempat. Sehingga kita berharap ke 10 prinsip ibadah ini bisa kita amalkan dalam kehidupan sehari hari” tandas Kiai Sudirman.
Kegiatan yang dilaksanakan ba’da shalat Maghrib dan Isya itu, di dahului dengan kegiatan buka puasa Senin – Kamis yang dipimpin langsung Kiai Sudirman bersama para santri dan jamaah Tajdidul Iman yang telah rutin dilaksanakan. (tim)




















