Usai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Masjid Agung Tajdidul Iman yang berlangsung di dusun Mangempang desa Moncongloe Lappara, kabupaten Maros, Ahad 30/8/2026, pendiri sekaligus pembina Yayasan Tajdidul Iman, KH. Sudirman S.Ag, tampil memberi nasehat begini :
Jangan ada sengketa hati atau istilah gaulnya Pecah Hati. “Maka saya minta kepada kita semua yang berada di tempat ini, mari satukan hati, tenaga, fikiran dan kemampuan kita untuk memajukan masjid ini,” pinta Kiai Sudirman.
Dirinya pun berharap bagi jamaah yang berada di Gowa, Makassar, terlebih di Maros untuk bersama memakmurkan masjid ini. “Mari kita bersama membangun masjid ini. Insya Allah kedepan kami akan programkan pengajian bulanan yang dijadwalkan di masjid ini. Tentu kami berharap dengan mengundang warga sekitar seperti di Antang, untuk hadir di masjid ini ” pinta Kiai Sudirman,.
Selain itu, Kiai meminta kepada pengurus masjid untuk meninjau kembali suara mengaji melalui pengeras suara luar agar sedikit demi sedikit bisa dikurangi kecuali suara Adzan yang memang harus keluar.
”Alhamdulillah program ibadah di masjid ini sudah berjalan dengan baik. Namun kami mohon kepada pengurus masjid, agar meninjau kembali suara (mengaji sebelum shalat( yang keluar melalui Toa masjid. Memang tidak ada larangannya, namun sebaiknya kita menjaga adab,” harap Kiai Sudirman.
Selain itu, Kiai meminta kepada panitia agar focus pada dua hal yakni dinding masjid dan lantainya. “Saya melihat ada dua hal yang menonjol dan harus segera dikerjakan yakni dinding masjid dan lantainya, sehingga jamaah merasa nyaman dalam melakukan ibadah” pinta Kiai Sudirman.
“Semoga kita semua diberi kemudahan dalam kegiatan ini. Dan ada keberkahan dari Allag SWT serta menjadi ikhtiar pengurus baru dalam memanaj masjid yang terorganisir sebagai masjid unggul, berkemajuan dan berkeadilan serta terorganisir rapi.” Kunci Kiai Sudirman.





















