Hikmah penyelenggaraan jenazah adalah sebagai ladang pahala bagi orang yang melaksanakannya. Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menghadiri jenazah hingga menyalatkannya, maka baginya pahala satu qirath; dan barang siapa menghadirinya hingga dikuburkan, maka baginya dua qirath.” Para sahabat bertanya, “Apakah dua qirath itu?” Beliau menjawab, “Seperti dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hal ini diungkapkan Kiai Sudirman saat membawakan kegiatan pelatihan pengurusan jenazah Muslim ke V yang dilaksanakan Pemerintah Kota Makassar, melalui bagian Kesra, di masjid Nurun Nubuwah, jalan Sabutung Makassar, Kamis (24/7/2026) pagi. kegiatan pelatihan ini sendiri merupakan angkatan ke 151dari Yayasan Tajdidul Iman (YTI).
“Jangan pandang enteng orang yang mengurus jenazah pak… pahalanya luar biasa .. Hadis ini menunjukkan betapa besar pahala bagi orang yang terlibat dalam penyelenggaraan jenazah. Hikmah penyelenggaraan jenazah mengajarkan bahwa menolong dan menghormati orang yang telah meninggal adalah bentuk ibadah yang sangat mulia. Allah SWT memberi ganjaran besar bagi siapa pun yang melakukannya dengan niat ikhlas.” Ungkap Kiai Sudirman.
Selain pahala yang besar, sambung Kiai Sudirman, hikmah penyelenggaraan jenazah juga menjadi kesempatan bagi seseorang untuk menambah amal jariyah.
“Dengan membantu sesama, memberikan waktu dan tenaga, atau mendoakan jenazah, seorang muslim akan mendapatkan kebaikan yang terus mengalir, bahkan setelah ia sendiri meninggal dunia.” Urai Kiai yang aktif berceramah di berbagai radio swasta dan RRI ini.
Lebih jauh lagi, hikmah penyelenggaraan jenazah melatih keikhlasan. Tidak ada imbalan duniawi yang diharapkan dari kegiatan ini. Semua dilakukan semata-mata karena Allah SWT.
“Dengan demikian, penyelenggaraan jenazah menjadi sarana latihan spiritual yang mengasah hati agar terbiasa beramal tanpa pamrih.” Jelasnya.
Dalam pemaparannya, Kiai Sudirman juga mengungkapkan berbagai pengalaman yang unik dan telah ia lihat serta rasakan rahasia Ilahi ini.
“Ada banyak pengalaman yang telah saya alami sejak tahun 90-an mengurus orang mati. Seperti tangan si mayat tidak bisa disedekapkan berulang kali dilipat tetap tidak mau. Sebenarnya dengan kejadian ini, Allah SWT ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa si mayat ini semasa hidupnya, enggan melaksanakan shalat, makanya tangannya sulit bersedekap” ungkap Kiai yang merahasiakan nama jenazah tersebut.
Kedua, sambung Kiai, adalah kejadian diluar nalar manusia, saat dirinya membersihkan kotoran si mayat, ternyata kotorannya terus menerus keluar, meski berulang kali dibersihkan.
“Saya juga heran, berapa kali dibersihkan, tetap terus keluar, hingga akhirnya saya mengambil insiatif untuk segera menyumbat dubur si mayat dengan kapas tebal dan buru buru mengkafani.” Katanya.
Lalu apa hikmahnya,? Ternyata kata kiai Sudirman, semasa orang ini hidup kerjanya memakan uang haram yang diperoleh dari barang haram.
“Jadi saya ingatkanki semua jamaah, jangki sekali kali makan uang haram, sebab, jangan sampai nanti saat saat kita meninggal, jasad kita seperti orang yang telah kami tangani tersebut.” Pinta Kiai Sudirman dengan mimik serius.
Acara ini ditutup dengan pembagian snack serta nasi dos oleh pihak bagian Kesra Makassar yang dibagikan kepada para peserta yang memadati masjid tersebut.




















