Pelaksanaan Rihlah Akbar ke 9 yang dilaksanakan Yayasan Tajdidul Iman (YTI) Binaan Kiai Sudirman, S,Ag salah satu ulama di Makassar, tidak terlepas dari adanya baju kaos Oblong yang dicetak khusus untuk menunjang kegiatan ini.
Dari keterangan koordinator panitia, ustad Awaluddin, tujuan adanya baju kaos ini untuk menunjukkan identitas komunitasnya. Kaos biasanya menjadi pilihan outfit yang dipilih karena pemakaiannya yang nyaman, kasual, dan awet serta menunjukkan kekompakan.
“Kami sengaja menjadikan baju kaos ini, sebagai sarana kekompakan dan adanya syi’ar dakwah yang kita sisipkan, khususnya pada desain baju yang menutup sampai ke bawah lutut,” ungkap ustad Awaluddin.

Dia menilai dengan adanya baju kaos tersebut akan membuat para peserta semakin gembira dan bersemangat. “Selama kegiatan Rihlah Akbar yang kami gelar, para peserta terlihat semangat ketika disiapkan baju kaos, seolah olah menjadi cinderamata kegiatan dan biasanya awet untuk dipakai” tambahnya.
Pada kegiatan yang dilaksanakan pada awal bulan Mei 2026 ini, di Higland Tappawita kabupaten Maros tersebut, pihaknya mengaku telah mencetak sebanyak 175 pemesan dari 300 baju Kaos yang di targetkan.
“Kami targetkan bisa cetak 300 lebih dan semoga pemesan list yang berjalan bisa bertambah melebihi 300 baju kaos. Saat ini pemesannya sudah 175 orang pemesan.” Ungkapnya.
Soal warna orange pada baju kaos Rihlah Akbar ke 9 ini, ustad Awal menambahkan bahwa warna orange bata ini merupakan gabungan dari kuning yang ceria dan merah yang kuat. Oleh sebab itu warna orange cenderung diasosiasikan dengan semangat, kegembiraan, kehangatan, dan kreativitas.
“Warna orange bata yang kita pakai menciptakan suasana yang ramah dan nuansa petualangan di lokasi tadabbur Alam, sehingga kami berharap pemakainya dapat lebih semangat” jelasnya.
Diapun berharap dengan adanya baju kaos ini, dapat menjadi ajakan kekompaka dan kebersamaan “Dan semoga warna khas Orange untuk Rihlah Akbar ke 9 ini menjadi penyemangat kita dalam terus berdakwah dan membangun semangat kebersamaan” kuncinya. (*)






















