Sebagai bukti tanggung jawab kepada Ummat, Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar melaksanakan kegiatan pelatihan penyelenggaran jenazah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Kegiatan yang bertempat di Masjid Da’watul Ihsan Lapas Kelas I Makassar itu dilaksanakan pada Sabtu, (26/7/2025) merupakan angkatan ke 136. Di hari yang sama, PJTI juga bekerja sama dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Mir’atul Khaerat menyelenggarakan kegiatan yang sama (angkatan ke 137) dengan pemateri utama, KH. Sudirman, S.Ag.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, La Idi, turut hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut. DIa mengungkapkan harapannya agar WBP dapat menyimak materi yang diberikan Kiai Sudirman.
“Kami berharap agar kegiatan pelatihan ini dapat disimak dengan baik bagi warga binaan, sehingga kelak bisa diamalkan, minimal di keluarga masing masing” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi Bimkemas Lapas Makassar sebagai wujud Pembinaan Kepribadian Kerohanian kepada WBP dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, La Idi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dedikasi K.H. Sudirman dan timnya dalam menyampaikan materi hingga praktik secara langsung.
“Atas nama keluarga besar Lapas, kami mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang diberikan oleh pak Kiai” tandasnya.
Sementara itu, Kiai Sudirman yang juga menjabat sebagai direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, mengungkapkan jika kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis dan juga menjadi momen refleksi bagi para warga binaan tentang makna kehidupan dan kematian
“Tidak ada yang abadi di dunia ini pak… semua pasti berpulang kembali ke Rahmatullah menghadap Ilahi.” Demikian Kiai Sudirman memulai kegiatan pelatihan tersebut.
Kiai Sudirman menambahkan melalui lembaga sosial binaannya, di PJTI telah mengurus jenazah warga di Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar hingga Pangkep, Sulawesi Selatan telah mencapai lebih dari 2000 orang jenazah.
“Sejak PJTI ini berdiri, saya sebagai pembinanya, telah mengurus jenazah warga sebanyak 2.000 orang jenazah secara gratis. Dan selama 24 jam tim PJTI ini siap membantu warga yang membutuhkan bantuan pengurusan jenazah” terang Kiai yang juga aktif berceramah di berbagai radio swasta dan RRI di Makassar.
Sementara itu, ketua Peduli Umat, sebagai induk dari PJTI, Ustad Awaluddin mengungkapkan jika pelatihan tersebut sebagai wujud kepedulian lembaganya terhadap ummat yang membutuhkan ilmu fardhu khifayah tentang penyelenggaraan jenazah,
“Alhamdulillah antusias warga dalam mengikuti pelatihan ini cukup besar dan kami berharap ilmu ini dapat diterapkan minimal pada keluarga terdekat jika ada yang berpulang ke Rahmatullah” tandas ustad Awaluddin. (tim)
Wakil Ketua PDM Makassar Bimbing WBP Lapas Makassar Selenggarakan Pelatihan Pengurusan Jenazah
Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar, KH Sudirman. S.Ag bersama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar melaksanakan kegiatan pelatihan penyelenggaran jenazah kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), bertempat di Masjid Da’watul Ihsan Lapas Kelas I Makassar, Sabtu, (26/7/2025).
Pelatihan ini, kata Kiai Sudirman yang juga menjabat sebagai direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam Makassar, bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis dan juga menjadi momen refleksi bagi para warga binaan tentang makna kehidupan dan kematian
“Tidak ada yang abadi di dunia ini pak… semua pasti berpulang kembali ke Rahmatullah menghadap Ilahi.” Demikian Kiai Sudirman memulai kegiatan pelatihan tersebut.
Kepala Seksi Bimbingan Kemasyarakatan, La Idi, turut hadir langsung dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan tersebut mengungkapkan harapannya agar WBP dapat menyimak materi yang diberikan.
“Kami berharap agar kegiatan pelatihan ini dapat disimak dengan baik bagi warga binaan, sehingga kelak bisa diamalkan, minimal di keluarga masing masing” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Seksi Bimkemas Lapas Makassar sebagai wujud Pembinaan Kepribadian Kerohanian kepada WBP dalam rangka meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, La Idi juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dedikasi K.H. Sudirman dan timnya dalam menyampaikan materi hingga praktik secara langsung.
“Kegiatan ini dirancang untuk membekali warga binaan dengan ilmu fardhu kifayah, sekaligus mengingatkan akan kepastian ajal yang bisa datang kapan saja. Dan kami bersyukur dengan ilmu yang telah kami dapatkan dari Kiai Sudirman, atas nama keluarga besar Lapas, kami mengucapkan banyak terima kasih atas ilmu yang diberikan” tandasnya.
Sementara itu dalam penjelasannya, Kiai Sudirman melalui lembaga sosial binaannya, bernama Pengurus Jenazah Tajdidul Iman mengaku telah mengurus jenazah di Kota Makassar, Gowa, Maros, Takalar hingga Pangkep, Sulawesi Selatan telah mencapai lebih dari 2000 orang jenazah.
“Sejak PJTI ini berdiri, saya sebagai pembinanya, telah mengurus jenazah warga sebanyak 2.000 orang jenazah secara gratis. Dan selama 24 jam tim PJTI ini siap membantu warga yang membutuhkan bantuan pengurusan jenazah” terang Kiai yang juga aktif berceramah di berbagai radio swasta dan RRI di Makassar.
Sementara itu, ketua Peduli Umat, sebagai induk dari PJTI, Ustad Awaluddin mengungkapkan jika pelatihan yang diselenggarakan di LAPAS Makassar itu, merupakan pelatihan yang ke 136 kalinya dilaksanakan PJTI dengan pelatih utama, Kiai Sudirman.
“Pada hari ini, Sabtu 26 Juli 2025, kami melaksanakan pelatihan di dua tempat, yakni di Lapas Makassar, angkatan ke 136 dan di Masjid Mir’aatul Khaerat jalan Abubakar Lambogo angkatan ke 137. Alhamdulillah antusias warga dalam mengikuti pelatihan ini cukup besar dan kami berharap ilmu ini dapat diterapkan minimal pada keluarga terdekat yang berpulang” tandas ustad Awaluddin.
Sepekan, PJTI Urus 20 Jenazah dan Gelar 8 Kali Pelatihan
Seperti tidak kenal lelah, Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) Sulawesi Selatan, sebuah organisasi sosial, pendidikan dan kegamaan yang didirikan dan dibina langsung ulama Muhammadiyah, KH Sudirman S,Ag tercatat telah mengurus 20 orang jenazah dalam sepekan.
Bukan hanya itu, PJTI juga menggelar pelatihan pengurusan jenazah sebanyak 8 kali dalam sepekan. “Sebagai manusia biasa tentu saja kami merasakan capek, namun karena tuntutan kerja agama, maka kami harus terus melakukan edukasi dalam membimbing ummat,” ungkap Kiai Sudirman dengan wajah tetap bersahaja.
Hal ini dia ungkapkan saat membawakan pelatihan urus jenazah bersama UPZ Masjid Mir’aatul Khaerat Abubakar Lambogo Makassar Sabtu, (26/7/2025) siang.
“Tadi pagi kami melatih warga binaan di Lapas kelas 1 Makassar. Sebentar ba’da Azhar kami menggelar pengajian, dilanjutkan ba’da Maghrib dan Isya. Semua ini kami lakukan semata mata mengharapkan ridha Allah SWT” tandasnya.
Hal ini juga dibenarkan ketua Peduli Ummat yang membawahi PJTI, Ustad Awaluddin, jika dia bersama tim relawan selama sepekan ini telah mengurus jenazah sebanyak 20 orang jenazah dan ikut mendampingi Kiai Sudirman dalam menggelar pelatihan diberbagai tempat sebanya 8 kali.
“Sepekan terakhir di bulan Juli telah ada 20 jenazah kami urus, pria dan wanita. Begitupula dengan pelatihan Penyelenggaraan jenazah sebanyak 8 kali. Insya Allah kami Ikhlas mengemban amanah ini” terangnya.
Yang paling miris ketika tim ini mendapat amanah mengurus jenazah di tengah malam, sebut saja ketika tim Usman bin Affan dengan koordinatornya Maharfir Tahir dibantu para anggota seperti, Kurniawan, Syamsuddin, Ali Imron R, dan Abdullah. Mereka diberi amanah mengurus jenazah tengah malam, Kamis 23/7/2025 sekira pukul 03.30 wita dini hari
Bisa dibayangkan jarak tempat tinggal tim yang sebahagian besar berdomisili di utara kota Makassar itu harus menembus gelap dan dinginnya malam menuju rumah almarhum Pasuloi Mappe (67 tahun) di jalan Tanjung Alang Mariso untuk dimandikannya. Sebab almarhum akan diantar ke Sengkang kabupaten Wajo usai shalat subuh untuk di makamkan.
Hal yang sama juga dialami Tim PJTI Akhwat. Pada Selasa, (22/7/2025) tengah malam, tim yang rata rata perempuan itu, diberikan amanah untuk mengurus jenazah seorang nenek bernama Hj Siti Rosmah berusia 76 tahun yang beralamat di jalan Muhammad Jufri 1 No.6 Makassar.
Hal ini tim lakukan, sebab setelah shalat Subuh atau sekitar pukul 06.30 wita, jenazah langsung di bawa ke Sinjai untuk dimakamkan di tempat kelahirannya.
Informasi terakhir, tim Abdurrahman bin Auf, dengan korlapnya, Haeruddin diberi amanah mengurus jenazah seorang kakek bernama daeng Muntu berusia 75 tahun. Warga jalan Haji Kalla Makassar itu telah di makamkan Jumat 25 Juli 2025 di TPU Panaikang Makassar. (tim)






















