Selain membutuhkan ilmu tentang fardhu kifayah mengurus Jenazah, ternyata harus juga memiliki nyali yang dibalut dengan keikhlasan. Betapa tidak.., kaum hawa atau Akhwat tim Pengurus Jenazah Tajdidul Iman (PJTI) binaan Kiai Sudirman, harus berjibaku dengan waktu urus jenazah di tengah malam buta, Masya Allah !
Hal ini terlihat pada Selasa, (22/7/2025) Tim PJTI Akhwat diberikan amanah untuk mengurus seorang nenek bernama Hj Siti Rosmah berusia 76 tahun. Tengah malam atau sekitar pukul 04.00 wita. Tim PJTI Akhwat sudah berada dikediaman almarhumah di jalan Muhammad Jufri 1 No.6 Makassar.
Saat sebahagian warga Makassar, masih terlelap dalam tidurnya, tim PJTI malah bekerja dengan cekatan mengurus almarhumah. Hal ini mereka lakukan, sebab setelah shalat Subuh atau sekitar pukul 06.30 wita, jenazah langsung di bawa ke Sinjai untuk dimakamkan di tempat kelahirannya.
“Bisa dibayangkan, diwaktu tengah malam, dengan jarak yang sangat jauh, ibu ibu tim PJTI Akhwat melaksanakan tugas mulianya, memandikan dan mengkafani jenazah tersebut. Betul betul ini merupakan pekerjaan yang sangat mulia dan memang harus ikhlas” terang ketua Peduli Umat, ustad Awaluddin.
Hal ini ia sampaikan dalam kegiatan pelatihan pengurusan jenazah yang diselenggarakan pemerintah kota Makassar melalui bagian Kesra, di masjid Nurun Nubuwah Ujung Tanah, Kamis (24/7/2025).
Masih di hari yang sama Rabu, (23/7/2025) sekira pukul 10 Pagi. Tim PJTI akhwat diamanahkan ke jalan Toddopuli untuk mengurus jenazah seorang nenek bernama Islamiyah (64 tahun). Almarhumah telah di makamkan di TPU Panaikang Makassar usai sholat Dhuhur.
Jenazah ke tiga yang diurus PJTI Akhwat di hari yang sama Rabu (23/7/2025), adalah almarhum, Daeng Muna 70 tahun. Warga jalan S.Sinassara lorong 10 dan telah dimakamkan di Galesong, kabupaten Takalar usai shalat Ashar.
Sebelumnya, Senin (21/7/2025) sekira pukul 14.00 siang, TIM PJTI Akhwat mengurus jenazah seorang ibu bernama almarhumah Murni berusia 44 Tahun yang beralamat di Jalan Mesjid Baiturrahman Makassar. Usai shalat Ashar almarhumah dimakamkan di pemakaman keluarga di jalan Racing Centre Makassar.
Kemudian pada Kamis 24 Juli 2025 siang sekira Pukul 10. 30, tim PJTI Akhwat mendapat amanah ke jalan Daeng Tantu Lorong Sungai untuk mengurus jenazah almarhumah bernama Rukiyah (60 tahun). Dan Ba’da Dhuhur, almarhumah di kebumikan di Maros dengan diantar keluarga dan kerabat terdekatnya.
Siangnya di hari yang sama sekitar pukul 14.15. Tim PJTI Akhwat kembali diamanahkan mengurus jenazah seorang nenek bernama Asri binti ummareng berusia 88 tahun, warga jalan Tinumbu Makassar itu, telah dimakamkan di TPU Panaikang, Ba’da shalat Ashar. (tim)






















