Kepergian salah satu donatur terbaik, yang juga Pengurus Jenazah Tajdidul Iman PJTI. H Ibrahim bin Ronda (53 tahun) Senin (9/6) malam menghadap sang Ilahi, membuat sejumlah rekan di PJTI seolah tidak percaya.
DIungkapkan pendiri dan pembina YTI Kiai Sudirman, bahwa sosok almarhum memiliki jiwa kepedulian yang sangat tinggi.
“Ditengah tengah kesibukan beliau sebagai pengusaha, tapi jika ada amanah untuk mengurus jenazah, maka beliau langsung bergegas untuk melaksanannya, Beliau ini juga pengurus PJTI” ujar Kiai Sudirman.
Sementara itu salah satu rekan almarhum bernama Syaifullah juga kaget mendengar kepergian almarhum yang begitu cepat.
“Saya tidak menyangka almarhum begitu cepat dipanggil menghadap Allah SWT, tapi itulah misteri dari Allah SWT. Sebenarnya almarhum itu tengah menjaga ibunya yang sakit, tapi tak tahunya beliau yang di panggil duluan” ujar Syaifullah yang mengaku mengenal dekat dengan almarhum sejak lama.
Lain lagi pernyataan sekretaris Yayasan Tajdidul Iman, ustad Ikhwan Muin, ditengah tengah isak tangisnya, Ikhwan menceritakan, pesan H. Ibrahim sebelum meninggal dunia untuk mempercepat administrasi wakafnya.
“Saya masih ingat dan sangat berbekas di telinga saya tatkala almarhum meminta agar saya segera menyelesaikan dengan cepat terkait seluruh surat surat administrasi wakaf rumahnya untuk diserahkan ke Tajdidul Iman. Setelah meninggal saya baru sadar, ternyata inilah pesan terakhir beliau untuk segera diselesaikan” ujar Ikhwan Muin, dengan mata masih berkaca – kaca.
Hal yang sama disampaikan teman main almarhum, Muhammad Sugiri yang mengenang sosok almarhum memiliki jiwa sosial dan empati yang sangat tinggi, terlebih lagi soal makanan kepada rekan seprofesinya.
“Saya terakhir bertemu dengan almarhum di masjid Baiturrahman Panaikang saat digelar safari dakwah Dzulhijjah. Ada banyak kesan bersama beliau yang tak mampu saya uraikan kebaikannya, termasuk masalah makanan, beliau sangat peduli dengan temannya” ujar Muh Sugiri yang menyesal tidak bisa mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya, karena menemani orang tuanya di kampungnya.
Semasa hidupnya, almarhum yang dikenal sebagai pengusaha itu, memang merupakan sosok periang. Tidak jarang orang yang baru dikenalnya sekalipun merasa dekat dengan dia karena pandai bergaul dan menyenangkan banyak orang.
“Saya kaget mendengar H. Ibo (panggilan akrab almarhum) meninggal, beliau itu orang baik mudah bergaul dengan siapa saja dan supel. Terakhir saya berkomunikasi dengannya saat mengabarkan kepada saya jika anaknya lulus masuk ke PTN UNHAS. Sungguh kami merasa kehilangan dengan sosok almarhum” tandas H.M Hasri Husain yang saat ini menjabat sebagai pembina di YTI.
Kepergian ayah 3 orang anak itu, juga mendapat empati dari keluarga Besar Tajdidul Iman dan Peduli Umat, yang menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas meninggalnya H. Ibrahim bin H. Ronda.
“Semoga segala amal kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala dosanya, dan ditempatkan di surga-Nya yang paling mulia.” kunci ketua Peduli Ummat, ustad Awaluddin di sela sela prosesi pemakaman tersebut. (tim)






















