Pelaksanaan hari raya Idul Fitri, Senin 31 Maret 2025 yang bertepatan dengan 1 Syawal 1445 Hijriah, dilaksanakan di Lapangan Olah Raga Prof Fachruddin, Perum dosen Unhas Antang, dihadiri ribuan warga sekitar.
Bertindak sebagai Khatib, ustad Kiai Sudirman, S.Ag yang juga direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) Awwalul Islam, Makassar dengan mengangkat tema sentral “Meraih Fitrah Merawat Taqwa”
Dalam khutbahnya, Kiai yang juga wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar itu, menekankan kepada jamaah untuk terus mengokohkan fitrah dengan tetap merawat ketaqwaan.
Kiai mengutip QS. Ar-Rum ayat 30 yang berbunyi : Maka hadapkanlah wajahmu dengan Lurus kepada agama Allah; (tetaplah di atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus.
“Maka berdasarkan ayat ini, ciri utama orang yang kembali kepada fitrah adalah menghentikan kemaksiatan. Artinya jika sesudah Ramadan ini kebiasaan bermaksiat tidak berhenti… itu berarti pertanda kita belum kembali kepada fitrah.” Ujar Kiai yang juga pembina Yayasan Tajdidul Iman Makassar,
Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya, sambung Kiai Sudirman, menjelaskan 4 pilar untuk menuju jiwa yang fitrah yaitu Bertaubat kepada Allah SWT, Bertakwa kepada Allah SWT, Menegakkan shalat dan keempat Jangan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah SWT (syirik).
“Takwa inilah yang merupakan puncak perjalanan seluruh ibadah kita di bulan Ramadhan. Berdasarkan definisi ini berarti takwa harus terdiri dari: Ilmu (Lawannya Bodoh). Ikhlash (Lawannya Syirik) dan Ittiba’ (Lawannya Hawa Nafsu)” jelas Kiai Sudirman.
Hakekat dari takwa, kata Kiai adalah melakukan ketaatan dengan berbagai ibadah yang diperintahkan dan meninggalkan maksiat dari berbagai bentuk larangan. “Jika sesudah Ramadhan ini masih menawar-nawar perintah Allah yang sudah menjadi kewajiban maka itu tandanya, kita belum kembali kepada fitrah.” Ujar Kiai Sudirman.
Wajibnya setiap muslim menjaga kekokohan fitrahnya, sebab manusia adalah makhluk yang memiliki naluri (fitrah) mengenal Allah, mentauhidkan-Nya, serta naluri beragama Islam.
Waspadalilah segala perangkap syaitan untuk mengotori fitrah kita, seperti: Pengetahuan yang rusak, warisan tradisi yang bathil, taklid buta, pengaruh lingkungan yang menyimpang.
“Ada 4 pilar untuk menuju fitrah, yaitu Bertaubat kepada Allah, Takwa kepada Allah. Menegakkan shalat dan Jangan termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah. Hanya orang yang berada di atas fitrah yang dapat menghasilkan amal shaleh untuk kemajuan ummat.” Kunci Kiai dalam Khutbahnya.






















