Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنْ الشِّرْكِ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ
Dari Abu Hurairah berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman: ‘Aku adalah sekutu yang paling tidak memerlukan sekutu, barangsiapa melakukan suatu amalan dengan menyekutukanKu dengan selainKu, Aku meninggalkannya dan sekutunya’.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
- Ungkapan hadits Abu Hurairah قَالَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى (Allah Tabaraka Wa Ta’ala Berfirman). Hadits ini diriwayatkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari Rabbnya. Hadits semacam ini dinamakan hadits qudsi.
- Allah tidak menerima amal perbuatan untuk selama-lamanya yang di dalamnya ada sekutu bagi-Nya. Tidak menerima amal perbuatan, melainkan yang murni hanya untuk-Nya saja.
- Maka Allah menciptakan dan menyiapkan Kita dengan persiapan yang sempurna berkenaan dengan berbagai maslahat Kita dan mendukung Kita dengan berbagai apa yang Kita butuhkan. Lalu Kita mengalihkan sebagian dari hak-Nya kepada selain-Nya??? Maka tidak diragukan bahwa yang demikian ini kezhaliman yang benar-benar kezhaliman.
- Ungkapan عَمَلًا (amal perbuatan), adalah kata dalam bentuk nakirah sebagai syarth sehingga menjadi umum yang mencakup semua macam amal perbuatan, baik berupa shalat, puasa, haji, jihad, atau lainnya. Ungkapan تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ (Aku meninggalkannya dan sekutunya’), yakni Aku tidak akan memberikan pahala untuknya ata amal perbuatan yang telah ia lakuakan dengan kesyirikan di dalamnya.
- Kesyirikan ini kadang-kadang mencapai derajat kufur. Sehingga Allah Ta’ala meninggalkan semua amal perbuatannya tanpa pahala sama sekali dari-Nya. Karena kesyirikan menggugurkan semuaamal perbuatan jika ia mati dalam kondisi demikian.
Sumber:
Kitab Al-Qaulul Mufid ala Kitabit Tauhid Karya Syaikh Muhammad Al-Utsaimin
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















