Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لَا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (256)…
… Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, Maka Sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang Amat kuat yang tidak akan putus. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui. (QS. Al-Baqarah[2]: 256)
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ … (51)
Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut… (QS. An-Nisa[4]: 51)
APA DAN SIAPA THAGHUT ITU???
Bagian 7
DUKUN (AL-KAHIN)
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa mendatangi tukang tenung lalu dia bertanya kepadanya tentang suatu hal, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh malam.” (HR. Muslim)
Faidah-faidah Hadits di Atas:
1. Dukun mengklaim mengetahui hal-hal yang ghaib dan apa yang akan terjadi padahal ini termasuk yang paling istimewa dari kekhususan-kekhususan Allah Ta’ala, dimana yang mengetahui hal-hal ghaib hanyalah Allah Ta’ala semata. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ … (59)
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri… (QS. Al-An’am[6]: 59)
2. Oleh karena itu, siapapun makhluk yang mengklaim kekhususan mengetahui perkara-perkara ghaib dan apa yang akan terjadi maka ia adalah dukun dan thaghut serta dedengkot thaghut. Setiap orang yang mengakui klaimnya maka ia telah mengakui keistimewaan ilahiyah untuknya dan telah menjadikannya sebagai tuhan selain Allah.
3. Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah mengatakan: Thaghut-thaghut itu jumlahnya banyak, sedangkan kepalanya ada lima, di antaranya orang yang mengklaim mengetahui perkara-perkara ghaib selain Allah. Dalilnya firman Allah Ta’ala:
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا (26)
(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. (QS. Al-Jin[72]: 26)
4. Termasuk yang disebut perdukunan dan dukun adalah orang yang meramal melalui media cangkir, telapak tangan, dan pasir. Demikian juga ramalan-ramalan yang ditampilkan di koran-koran dan media massa visual dan media-media massa yang lain. Semua itu termasuk dalam kategori perdukunan yang termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah semata.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















