Akibat-akibat Buruk Tabarruk yang Terlarang
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ (36)
Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, Maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (QS. An-Nahl[16]: 36)
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
“Siapa yang membuat perkara baru dalam urusan kami ini yang tidak ada perintahnya maka perkara itu tertolak” (HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah)
Faidah-faidah Ayat dan Hadits di Atas:
- Syirik
a. Di antara akibat yang timbul karena mencari berkah yang terlarang adalah syirik.
b. Syirik merupakan dosa yang besar di antara dosa-dosa besar lainnya bahkan bisa mengeluarkan pelakunya dari agama Islam dan menghapus semua pahala kebaikan serta kekal di api Neraka jika syiriknya adalah syirik besar.
c. Salah satu bentuk syirik besar adalah meminta kepada penghuni kubur yang diyakini membawa berkah - Melakuan Bid’ah
a. Dampak yang lain karena melakukan tabarruk yang terlarang dapat terjerumus dalam penyakit bid’ah.
b. Semua bid’ah yang terlarang dalam syariat hanya berbeda-beda tingkatannya sesuai dengan perbedaan bentuk dan tata caranya.
c. Perbuatan seperti membangun Masjid dan kubah-kubah di atasnya, memperindah kuburan, serta memplasternya abhakan berkomban mengerluarkan dana untuk mencari tempat-tempat keramat untuk mengambil berkahnya, semua itu kategori bid’ah. - Melakukan Kemaksiatan.
a. Akibat dari mencari berkah yang terlarang menyebabkan munculnya kemaksiatan dan kemungkaran yang mengiringinya seperti nyanyian-nyanyian alat musik, bercampur baurnya laki-laki dan perempuan serta fitnah yang ditimbulkannya, gendang dan tarian yang mengiringinya, pemborosan-pemborosan harta dan sebagainya.
b. Begitu pula karena memburu berkah maka muncullah kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh pemburu berkah, seperti pemborosan melalui nadzar yang dipersembahkan untuk orang-orang shaleh yang meninggal dunia namun kadang hanya dimakan oleh juru kunci dan petugas khusus pemakaman tersebut. - Terjerumus dalam berbagai macam kedustaan.
Kedustaan atas nama Rasulullah, sahabat, tabi’in dan ulama-ulama yang shaleh sering sekali dilontarkan oleh para pemburu berkah yang tidak syar’i. Mereka sering mendatangkan hadits-hadits maudhu (palsu) untuk memuliakan Nabi, kuburan, tempat-tempat keramat.
Sumber:
Kitab At-Tabarruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu Karya Dr. Nashir bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Junda’i
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















