Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:
تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا (1)
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al Furqaan (Al Quran) kepada hamba-Nya, agar Dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam, (QS. Al-Furqan[25]: 1)
وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَى إِسْحَاقَ … (113)
Kami limpahkan keberkatan atasnya dan atas Ishaq… (QS. Ash-Ashaffat[37]: 113)
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا … (31)
Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati… (QS. Maryam[19]: 31)
Faidah-faidah Ayat-ayat di Atas:
- Semua keberkahan ada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan pada makhluk-Nya.
- Tidak ada keberkahan tanpa seizin Allah, karena Dia lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
- Allah Subhanahu wa Ta’ala mengistimewakan sebagian makhluk yang dikehendaki-Nya dengan fadhilah (keutamaan) dan keberkahan (kebaikan yang banyak).
- Allah sendiri menyifati dirinya dengan تَبَارَكَ yang artinya Penuh Keberkahan. Sifat ini hanya layak dan dikhususkan untuk-Nya. Jadi Dia Allah adalah Pemberi Berkah satu-satunya.
- Karena Allah yang Mutabarak maka kata berkah itu tidak boleh disandarkan kecuali kepada Allah semata.
Sumber:
Kitab At-Tabarruk Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu Karya Dr. Nashir bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Junda’i
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















