Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ (60)
Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina”. (QS. Ghafir[40]: 60)
Faidah-faidah Ayat di Atas:
- Sungguh, doa-doa yang kita sampaikan kepada Allah adalah suatu wujud penyerahan diri kita kepada-Nya atas semua persoalan yang kita hadapi.
- Sungguh, suatu kerugian yang amat besar bagi siapaun di antara orang yang beriman yang tidak menyadari dan memanfaatkan secara optimal kekuatan doa.
- Sungguh, doa sudah dirancang sedemikian rupa oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadi pendamping yang kokoh dan strategis untuk kesuksesan dunia dan akhirat kita.
- Sungguh, orang yang tidak memiliki keyakinan kepada Allah dan hari akhir kekuatan doanya itu tidak ada akan memberi faidah bagi dirinya.
- Sunnguh, jika kita menyikapi hidup ini tidak cukup hanya dengan mengandalkan kekuatan akal dan fisik semata tetapi kita sangat membutuhkan kekuatan doa.
- Sungguh, tidak cukup bila kita mengandalkan kekuatan dan ketangkasan jasmani kita karena apalah artinya kehebatan tubuh yang kekar tapi sesungguhnya bisa roboh seketika jika diterjang peluru atau menjadi lemah tidak berdaya akibat diserang oleh virus yang kecil yang tak terlihat.
- Sungguh, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui apapun yang akan terjadi. Sunnguh, Dia mengetahui segala yang tidak diketahui manuisia dan Maha Kuasa untuk mencegah perbuatan apapun sesuai kehendak-Nya. Dia dapat menolong hamba-Nya yang memiliki kualitas doa yang baik.
- Sungguh, Allah menggolongkan orang yang tidak mau berdoa, meminta, berharap, dan berlindung kepada-Nya merupakan keangkuhan dan kesombingan yang nyata. Orang yang tidak berdoa berarti menganggap dirinya sanggup berbuat apapun dengan kekuatan yang dimilikinya berarti melecehkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Sungguh, kalau kita sadari bahwa doa yang kita panjatkan adalah upaya kita mendekatkan diri kepada Allah sebagai konsekuensi keyakinan kita kepada-Nya.
- Sungguh, doa adalah pengungkapan penghambaan kita kepada Allah bahwa memang kita sadari bahwa kita penuh dengan kelemahan dihadapan-Nya.






















