Hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَسْأَلْ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidak meminta kepada Allah maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَمْ يَدْعُ اللَّهَ سُبْحَانَهُ غَضِبَ عَلَيْهِ
Dari Abu Hurairah dia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang tidak berdo`a kepada Allah subhaanahu, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Ibnu Majah)
Faidah-faidah Hadits-hadits di Atas:
- Doa adalah senjata ampuh bagi seorang mukmin dalam kehidupannya untuk membentengi dirinya dari keburukan.
- Doa adalah benteng, tempat berlindung setiap muslim dari tipu daya musuh.
- Kepada siapa kita berdoa jika bukan kepada Allah, pemilik segalanya. Kepada siapa kita mencari perlindukan jika bukan kepada Allah, pemilik dan pengatur langit dan bumi dan segala sesuatu yang ada diantaranya.
- Seorang muslim seharusnya bersimpuh dihadapan Rabb-nya, lalu memohon pertolongan-Nya melebihi bersimpuhnya seorang budak di hadapan tuaanya karena ketundukannya.
- Sungguh seorang hamba di hadapan Allah memiliki banyak kebutuhan baik urusan dunianya lebih-lebih urusan akhiratnya, urusan diri dan keluarganya, urusan dakwah, ilmu, amar ma’ruf dan nahi munkar, harakah, jihad, disaat kita memiliki kesempitan maupun kelapangan, sendiri atau di khalayak ramai, di saat perang atau damai, di saat senang atau kesusahan kita wajib memiliki kekuatan doa. Sekali lagi miliki kekuatan doa.
- Tolaklah murka Allah dengan memperbaiki kualitas doa.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















