وتحققت أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قاتلهم ليكون الدعاء كله لله والنذر كله لله والذبح كله لله والاستغاثة كلها بالله وجميع أنواع العبادات كلها لله.
وعرفت أن إقرارهم بتوحيد الربوبية لم يدخلهم في الإسلام وأن قصدهم الملائكة والأنبياء والأولياء يريدون شفاعتهم والتقرب إلي الله بذلك هو الذي أحل دماءهم وأموالهم عرفت حينئذ التوحيد الذي دعت إليه الرسل وأبى عن الإقرار به المشركون.
TERJEMAHAN:
Dan terbukti bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memerangi mereka, agar berdo’a itu disampaikan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata, agar setiap penyembelihan hanya kerena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, setiap nadzar karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, istighotsah (minta pertolongan) hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan semua bentuk peribadahan ditujukan hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata.
Anda tahu bahwa pengakuan mereka terhadap tauhid rububiyah saja tidak dapat memasukkan mereka kepada Islam, dan bahwa tujuan do’a mereka kepada para malaikat, nabi atau para wali agar mendapatkan syafa’at dan taqarrub (kedekatan) kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala . Akan tetapi hal itu justru membuat halal darah dan harta mereka (kufur). Jika Anda telah mengetahui semua itu, maka Anda telah mengetahui tauhid yang diserukan oleh para rasul, dan tauhid yang diingkari oleh orang-orang musyrik.
Faidah-faidah Kalimat di Atas:
- Terang dan jelas bahwa Rasulullah memerangi orang musyrik pada zamannya.
- Tujuan nabi memerangi orang musyrik yaitu agar ditauhidkan ibadahnya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
- Yang termasuk Tauhid Uluhiyah (Ibadah) yaitu berdoa, menyembelih, nadzar, istighatsah, kahuf, mahabbah, ar-raja’, tawakkal, dan sebagainya.
- Bertauhid tetapi hanya rubbiyah tidak masuk ke dalam uluhiyah maka diperangi oleh Nabi karena belum dianggap Islam oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
- Orang-orang musyrik yang hanya bertauhid rububiyah, tidak mengingkari tauhid rububiyah tetapi mengingkari tauhid uluhiyah dan justru itulah inti dakwah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.
Dikutip dan disimpulkan dari:
Kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















