يقولون: نريد منهم التقرب إلي الله ونريد شفاعتهم عنده مثل الملائكة وعيسى ومريم وأناس غيرهم من الصالحين فبعث الله محمداً صلى الله عليه وسلم يجدد لهم دين أبيهم إبراهيم عليه السلام ويخبرهم أن هذا التقرب والاعتقاد محض حق الله لا يصلح منه شيء لغير الله لا لملك مقرب ولا لنبي مرسل فضلاً عن غيرهما وإلا فهؤلاء المشركون يشهدون أن الله هو ولا يدبر الأمر إلا هو وأن جميع السموات ومن فيهن والأرضين السبع ومن فيهن كلهم عبيده وتحت تصرفه وقهره.
TERJEMAHAN:
Mereka berdalih, kami ingin agar mereka lebih mendekatkan kami kepada Allah, kami ingin syafa’at mereka di sisi Allah. Sedang para perantara itu terdiri dari para malaikat, Isa bin Maryam dan orang-orang shaleh lainnya. Maka Allah mengutus kepada mereka Muhammad shallallahu wa’alaihi wa sallam agar memperbaharui agama bapak mereka, Ibrahim ‘alaihis salam, serta mengkhabarkan bahwa taqarrub dan keyakinan itu hanya hak Allah Subhanahu Wa Ta’ala semata. Keduanya tidak patut diberikan kepada yang lain, meskipun sedikit, baik kepada malaikat, nabi yang diutus, apa lagi kepada selain mereka.
Faidah-faidah Kalimat di Atas:
- Orang-orang musyrik dari dahulu hingga sekarang mereka beribadah kepada Allah tetapi mereka juga beribadah kepada malaikat, nabi, dan orang shaleh.
- Tujuan mereka beribadah kepada malaikat, nabi, dan orang shaleh untuk mencari syafaat (penolong) karena mereka berkeyakinan malaikat, nabi, dan orang shaleh adalah hamba-hamba yang sangat dekat dengan Allah maka mereka minta tolong supaya hajat-hajat mereka dipenuhi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala melalui hamba-hamba yang shaleh ini. Itulah cara mereka beribadah kepada selain Allah.
- Sebenarnya ada kekeliruan orang musyrik dahulu hingga sekarang yaitu mereka menganggap hamba-hamba yang shaleh itu seperti ajudan dari pejabat di zaman sekarang yaitu ajudan-ajudan inilah yang menjadi perantara untuk bisa sampai kepada pimpinan tanpa ajudan tersebut sulit mereka sampai kepada pimpinan tersebut. Ini adalah sebuah qiyas atau analogi (perumpamaan) yang sangat batil yang tidak memenuhi syarat-syarat untuk diqiyaskan.
- Maka fenomena kemusyrikan seperti itu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Rasul Muhammad shallallahu alaihi wa sallam agar memperbaharui pengamalan agama yang sudah sangat menyimpang dari agama yang lurus (tauhid) yang dibawa oleh Nabi Ibrahim alaihis salam, yaitu memurnikan kembali Tauhid Uluhiya seperti yang pernah didakwahkan oleh Nabi Ibrahim.
- Dakwah yang dibawa oleh Rasulullah shallalahu alaihi wa sallam menjelaskan kekeliruan praktek orang musyrik, yaitu mereka sibuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tetapi memberikan hak ibadahnya juga kepada hamba-hamba yang shaleh seperti malaikat, nabi, dan orang-orang shaleh. Semua itu dijadikan sekutu oleh orang musyrik. Sekarang ini berubah dengan menyembah jin, mengkultuskan kuburan orang-orang shaleh telah nampak di mana-mana.
Dikutip dan disimpulkan dari:
Kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















