اعلم رحمك الله أن التوحيد هو إفراد الله سبحانه بالعبادة وهو دين الرسل الذي أرسلهم الله به إلي عباده فأولهم نوح عليه السلام أرسله إلي قومه لما غلوا في الصالحين وداً وسوعاً ويغوث ويعوق ونسراً.
TERJEMAHAN:
Ketahuilah, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahmatimu, tauhid adalah mengesakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam beribadah. Tauhid adalah agama para rasul yang karenanya mereka diutus ke segenap hamba-Nya. Rasul yang pertama adalah Nuh ‘alaihis salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nuh kepada kaumnya tatkala mereka berlebih-lebihan kepada orang-orang shaleh mereka seperti: Wadd, Suwa’, Ya’uq, Yaghuts, Nasr.
Faidah-faidah dari kalimat di atas:
1. Pentingnya ilmu Tauhid (Uluhiyah/ Ibadah), karena Tauhid inilah yang mengundang rahmat Allah tidak ada rahmat tanpa Tauhid Uluhiyah atau Ibadah ini.
2. Tauhid Ibadah merupakan agama seluruh Rasul, artinya tidak ada Rasul yang diutus kecuali mendakwahkan dan memulai dakwahnya dari Tauhid ini.
3. Penyimpangan terhadap Tauhid Ibadah ini menjadikan seorang hamba menjadi syirik meskipun dia memiliki Tauhid Rububiyah dan Asma’ wa Sifat.
4. Rasul yang pertama yaitu Nuh ‘alaihis salam telah menegakkan Tauhid ini sebagaimana firman Allah:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَى قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَهٍ غَيْرُهُ إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (59)
Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: “Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya.” Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat). (QS. Al-A’raf[7]: 59)
5. Permasalahan pertama yang menimpah umat Nabi Nuh yaitu al-Ghuluw (berlebih-lebihan) kepada orang shaleh dan inilah kemusyrikan pertama di dunia yakni menyembah berupa orang shaleh seperti Wadd, Suwa’, Ya’uq, Yaghuts, dan Nasr.
CATATAN:
Umat Nabi Nuh ‘alaihis salam melakukan kesalahan fatal yakni kemusyrikan dengan penyakit al-Ghuluw yaitu menjadikan orang shaleh sebagai saingan Allah, lalu bagaimana lagi jika yang diibadahi itu bukan orang shaleh tpi menyembah kepada makhluk dan itu jauh lebih fatal.
Ikuti episode selanjutnya!!!
“Bentuk-bentuk Peribadahan kepada Orang Shaleh”
Dikutip dan disimpulkan dari:
Kitab Kasyfusy Syubuhat karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















