Melanjutkan touring dakwah BESTI (Bikers Sholeh Tajdidul Iman) di Kota Palopo dalam rangka milad Muhammadiyah ke 113, Pembina sekaligus Pendiri Tajdidul Iman, Kiai Sudirman, membawakan tauziah ba’da shalat subuh di masjid Agung kota Palopo, Ahad (7/12/2015)..
Kegiatan ini diikuti jamaah dan pengurus masjid Agung serta peserta Touring dakwah BESTI tak terkecuali Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo yang juga Ketua MUI Kota Palopo, Dr. K.H. Syarifuddin Daud, M.A..Beliau ini merupakan ayah kandung dari Wakil Walikota Palopo, Dr. Akhmad Syarifuddin, SE., M.Si.
Dalam Tauziahnya, Kiai memaparkan tentang keutamaan membaca doa dan zikir pagi petang sebagai bekal penolak bala dan mendatang rezeki.
“Awal pagi adalah waktu yang penuh berkah dan kesempatan emas untuk meraih keberkahan dalam hidup kita. Satu di antara cara yang diajarkan dalam agama Islam adalah dengan berzikir dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.” Ujar Kiai Sudirman.
Zikir pagi kata kiai, adalah bentuk ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan setiap pagi sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan keberkahan yang diberikan oleh Allah pada awal hari.
Zikir ini juga berfungsi sebagai pembuka pintu rezeki bagi umat muslim yang mengamalkannya. Dengan berzikir bisa menjadi pengingat untuk kita agar selalu memohon kepada-Nya sebagai sumber segala rezeki dan keberkahan.
“Doa yang tidak pernah ditinggalkan Nabi SAW setelah shalat Subuh, seperti diriwayatkan Ummu Salamah, adalah “Allahumma inni as’aluka ‘ilman naafi’an, wa rizqon thoyyiban, wa ‘amalan mutaqabbalan” ungkap Kiai Sudirman.
Dalam doa tersebut, sambung Kiai Sudirman, ada 3 hal yang ingin dicapai, “Doa ini ada 3 hal penting, pertema ilmu yang bermanfaat menjadi kunci amal saleh, kedua adalah rezeki yang baik untuk menopang hidup, dan ketiga amalan yang diterima menjamin keberkahan pahala” urai Kiai Sudirman
“Jadi mari kita membiasakan merebut keberkahan di awal Pagi dgn mengamalkan doa yg tidak pernah ditinggalkan nabi Muhammad SAW “ pinta Kiai Sudirman.
Usai membawakan tauziah, Kiai Sudirman langsung menyerahkan cinderamata berupa buku hasil karya Kiai Sudirman dan kalender hijriyah yang diterbitkan Yayasan Tajdidul Iman kepada Ketua Yayasan Masjid Agung Palopo (tim)






















