Pendapat pertama: Dijaharkan, ini adalah pendapat Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Abuz Zubair, Atha’, Thowus, Mujahid, Sa’id bin Jubair, Imam Syafi’I, Abu Tsaur, al-Laits bin Sa’ad.
Dalil: Hadits Khalid bin Yazid dari Sa’id bi Abi Hilal dari Nu’aim al-Mujammir, beliau berkata:
صَلَّيْتُ وَرَاءَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَرَأَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ثُمَّ قَرَأَ بِأُمِّ الْقُرْآنِ حَتَّى إِذَا بَلَغَ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ فَقَالَ آمِينَ فَقَالَ النَّاسُ آمِينَ وَيَقُولُ كُلَّمَا سَجَدَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَإِذَا قَامَ مِنْ الْجُلُوسِ فِي الِاثْنَتَيْنِ قَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ وَإِذَا سَلَّمَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنِّي لَأَشْبَهُكُمْ صَلَاةً بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Aku pernah shalat di belakang Abu Hurairah kemudian dia membaca “Bismillaahirrohmaanirrohiim, lalu membaca surat Al Fatihah hingga tatkala telah sampai pada ‘Ghairil Maghdlubi ‘Alaihim Waladlaallin, (bukan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula orang-orang yang tersesat) dia mengucapkan ‘Aamiin.’ Orang-orangpun lalu mengucapkan Aamiin pula. Abu Hurairah juga mengucapkan ‘Allahu Akbar’ setiap hendak sujud, dan bangun dari duduk tahiyyat pertama. Setelah selesai salam, dia berkata; Demi jiwaku yang berada di tangan-Nya, Aku adalah orang yang paling menyerupai Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dalam shalat. (HR. an-Nasa’i, Ibnu Jarud, ath-Thahawi, Ibnu Khuzaimah, Abu Ahmad al-Hakim, Ibnu Hibban, al-Hakim, ad-Daraquthni, al-Baihaqi, dan Imam Bukhari menyebutnya secara mu’allaq)
Pendapat kedua: Tidak Dijaharkan. Ini adalah pendapat kebanyakan ulama dari kalangan Sahabat dan Tabi’in setelahnya seperti Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, Ibnu Mas’ud, Ibnu Zubair, Ammar, Abu Wa’il, Ibnu Sirin, al-Hasan a-Bashry, Bakr al-Muzany, Asy-Sya’by, Ibrahim an-Nakha’iy, Abu Ishaq as-Sabi’iy, Umar bin Abdul Aziz, Abu Ja’far Muhammad bin Ali, al-Ahkam, Hammad, al-Auza’I, Qatadah, ats-Tsauri, Ibnu Abi Laila, Ibnu Syubrumah, Ibnul Mubarak, Ahmad, Ishaq, Abu Ubaid, al-Hasan bin Hayyi dan Ashabur ra’yi.
Dalil: Hadits Anas bin Malik, beliau berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبَا بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا كَانُوا يَفْتَتِحُونَ الصَّلَاةَ بِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, Abu Bakar dan ‘Umar radhiallahu ‘anhuma, mereka memulai shalat dengan membaca: ‘ALHAMDU LILLAHI RABBIL ‘AALAMIIN.” (HR. Bukhari)
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَلَمْ أَسْمَعْ أَحَدًا مِنْهُمْ يَقْرَأُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
“Saya shalat bersama Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman, lalu aku belum pernah mendengar salah seorang dari mereka membaca, ‘Bismillahirrahmanirrahim’.” (HR. Muslim)
صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِا
الْحَمْد لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلَا فِي آخِرِهَا
“Saya shalat di belakang Nabi Shallallahu’alaihiwasallam, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, maka mereka memulai membaca iftitah dengan, ‘Alhamdulillahi Rabb al-Alamin (Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam).’ Mereka tidak menyebutkan, ‘Bismillahirrahmanirrahim (dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) pada awal bacaan, dan tidak pada akhirnya.” (HR. Muslim)
Pendapat ketiga: Boleh Dijaharkan dan Boleh Tidak. Sebagaimana al-Qhadi Abu Thalib at-Thabary meriwayatkan dari Ibnu Abi Ya’la dan al-Ahkam. Dan diriwayatkan dari Ibnu Abi Laila dan Ishaq dan dikuatkan oleh sekelompok ahli hadits.
Dalil: Adapun dalil orang-orang yang berpendapat dengan pendapat ketiga ini, mereka mengkompromikan antara pendapat pertama dan kedua dibangun di atas kuatnya dari dari keduanya yakni bahwa Nabi kadang menjaharkan bacaan basmalah kadang beliau tidak menjaharkannya.
Penulis: KH. Sudirman, S.Ag.
(Tokoh Muhammadiyah dan Pembina Yayasan Tajdidul Iman)






















